Rakyat Merdeka Akan Surati Menko Airlangga Untuk Hentikan Penjualan Lahan Bandara Hang Nadim oleh BP Batam

Must read

NagoyaNews – LSM Rakyat Merdeka, Tanjung akan menyurati Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua dewan kawasan agar dapat hentikan pengalokasian lahan oleh BP Batam. “Kami akan menyurati Bapak Airlangga selaku ketua dewan kawasan untuk hentikan terlebih dahulu penjualan lahan bandara Hang Nadim oleh BP Batam karena kami mencium adanya bau-bau indikasi suap,” kata Tanjung, Senin (23/01).

Tanjung juga menambahkan dengan adanya laporan penjualan lahan di Bandara Hang Nadim oleh dua organisasi (GN-PK dan Forkorindo) ini membuktikan tidak berfungsinya pengawas Badan Usaha BP Batam.

Sebelumnya, dua organisasi anti korupsi yaitu Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) dan Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) telah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Komisi VI Gedung Nusantara I Senayan, pada Kamis (19/01) terkait Penjualan Lahan Bandara Hang Nadim oleh BP Batam kepada empat perusahaan guna membangun pergudangan dan properti.

Dari hasil rapat tersebut, Komisi VI DPR akan memanggil Kepala BP Batam dalam waktu dekat. “Komisi VI DPR akan menindak-lanjuti masalah penjualan lahan di kawasan Bandara Hang Nadim, Batam, seperti yang disampaikan Perwakilan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Provinsi Kepulauan Riau, dan akan memanggil Kepala BP Batam dalam waktu dekat. Informasi yang disampaikan (GN-PK Kepri) kepada kami ini merupakan data penting untuk mengambil langkah-langkah berikutnya,” ujar Pimpinan Komisi VI, M Sarmuji.

Untuk diketahui, Sesuai keputusan Menteri Perhubungan RI no 47 Tahun 2022 2022 tentang Rencana Induk Bandar Udara Hang Nadim yang dikeluarkan pada 9 Maret 2022 semua area kawasan bandara yang memiliki total seluas 1.762,700,144 hektar itu tidak boleh dialihkan ke peruntukan lain, namun dalam hal ini BP Batam telah melanggar hukum.

Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi yang diketuai oleh Muhammad Agus Fajri menyampaikan bahwa ada empat perusahaan yang mendapatkan alokasi pembelian lahan bandara Hang Nadim diantaranya : PT Prima Propertindo Utama, PT Batam Prima Propertindo, PT Cakra Jaya Propertindo, dan PT Citra Tritunas Prakarsa.

More articles

spot_img

News Update