Kemenkes: Vaksin Booster Dosis Kedua Untuk Masyarakat Umum Gratis

Must read

NagoyaNews – Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan Vaksin booster Covid-19 dosis kedua sudah bisa diberikan kepada orang dewasa dengan usia 18 tahun ke atas mulai tanggal 24 Januari 2023. Artinya, vaksin booster dosis kedua ini tidak lagi terbatas untuk tenaga kesehatan (nakes) atau pun warga lanjut usia. Ia memastikan bahwa vaksin dosis kedua bagi masyarakat umum itu bisa diperoleh secara gratis. Masyarakat bisa mendapatkannya di fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi Covid-19.

“Untuk mendapatkannya (harus) ke faskes dan dapatkan vaksin secara gratis,” kata Nadia, Sabtu (21/1/2023).

Nadia mengungkapkan, vaksin booster dosis kedua ini masuk dalam program pemerintah terkait vaksin gratis yang disediakan pemerintah. Ia mengatakan belum ada perubahan aturan atas vaksin program pemerintah tersebut.

“Iya (program pemerintah. Jadi, sampai saat ini kebijakannya tidak ada perubahan. Mekanisme pemberian vaksin masih sama seperti SE-nya,” tutur Nadia.

Adapun ketentuan yang mengatur vaksinasi booster dosis kedua ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/380/2023 tentang vaksinasi Covid-19 Dosis Booster kedua bagi Kelompok Masyarakat Umum yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua ini adalah vaksin Covid-19 yang telah mendapat persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta memperhatikan vaksin yang ada.

Pemberian vaksinasi Covid-19 booster kedua ini diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster pertama.

“Vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua bagi masyarakat umum dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau di pos pelayanan vaksinasi Covid-19,” jelas SE.

Berikut ini regimen vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua untuk masyarakat umum termasuk SDM Kesehatan dan Lansia.

1. Kombinasi untuk booster pertama Sinovac, dosis kedua:

  • Astra Zeneca – separuh dosis (0,25 ml)
  • Pfizer – separuh dosis (0,15 ml)
  • Moderna – dosis penuh (0,5 ml)
  • Sinopharm – dosis penuh (0,5 ml)
  • Sinovac – dosis penuh (0,5 ml)
  • Zifivax – dosis penuh (0,5 ml)
  • Indovac – dosis penuh (0,5 ml)
  • Inavac – dosis penuh (0,5 ml)

2. Kombinasi untuk booster pertama Astra Zeneca, dosis kedua:

  • Moderna – separuh dosis (0,25 ml)
  • Pfizer – separuh dosis (0,15 ml)
  • Astra Zeneca – dosis penuh (0,5 ml)

3. Kombinasi untuk booster pertama Pfizer, dosis kedua:

  • Pfizer – dosis penuh (0,3 ml)
  • Moderna – separuh dosis (0,25 ml)
  • Astra Zeneca – dosis penuh (0,5 ml)

4. Kombinasi untuk booster pertama Moderna, dosis kedua:

  • Moderna – separuh dosis (0,25 ml)
  • Pfizer – separuh dosis (0,15 ml)

5. Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J), dosis kedua:

  • Janssen – dosis penuh (0,5 ml)
  • Pfizer – dosis penuh (0,3 ml)
  • Moderna – separuh dosis (0,25 ml)

6. Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm, dosis kedua:

  • Sinopharm – dosis penuh (0,5 ml)
  • Zifivax – dosis penuh (0,5 ml)

7. Kombinasi untuk booster pertama

  • Covovax, dosis kedua:
  • Covovax – dosis penuh (0,5 ml)

More articles

spot_img

News Update