Ribuan Kosmetik Ilegal Ditemukan BPOM Beredar di Kepri

Must read

NagoyaNews – Ribuan Kosmetik Ilegal Ditemukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam Beredar luas di Kepri. Sepanjang 2022 sebanyak 4.931 kosmetik ilegal yang beredar di Provinsi Kepri.

Kepala BPOM Batam, Lintang Purba, mengatakan, pihaknya telah menangani lima perkara di bidang obat dan makanan pada tahun 2022 yang sudah ditindaklanjuti secara hukum yang terdiri dari 6.020 pcs produk yang tidak memenuhi kebutuhan.

“Dari 6.020 tersebut, ditemukan sebanyak 4.931 pieces produk kosmetik ilegal. Jadi tren yang paling banyak untuk di Kepri saat ini yang kami lakukan secara pidana adalah produk kosmetik ilegal,” katanya, Jumat (30/12/2022).

Kedua kata dia adalah produk suplemen ilegal sebanyak 694 pieces, kemudian ada produk pangan olahan ilegal sebanyak 371 pieces, produk obat tradisional ilegal sebanyak 14 pieces dan produk obat ilegal sebanyak 11 pieces.

“Dari semua itu, total ekonomi yang diperoleh sebesar Rp 486.249.500,” ucapnya.

Lintang menambahkan, dengan adanya temuan itu, pihaknya akan melakukan pengetatan pemeriksaan produk yang masuk ke Kepri di tahun 2023.

“Karena potensi paling besar yang kami hadapi di tahun 2023, yaitu adanya peradaran kosmetik secara daring. Maka dari itu kami sudah mengidentifikasi dan mengetatkan di tahun 2023,” kata dia.

BPOM Batam terus berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi keamanan, mutu dan khasiat melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

More articles

spot_img

News Update