Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Depresi

Must read

NagoyaNews – Depresi merupakan kondisi emosional yang biasanya ditandai dengan kesedihan yang amat sangat, perasaan tidak berarti dan bersalah, menarik diri dari orang lain, dan tidak dapat tidur, kehilangan selera makan, hasrat seksual, dan minat serta kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan.

Orang yang mengalami depresi pada umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerak tingkah laku serta kognisi. Agar dapat mencegah depresi penting bagi kamu untuk kenali penyebab dan cara mengatasi depresi.

Penyebab Depresi

Penyebab depresi yang pertama dapat terjadi karena faktor genetik. Faktor genetik ini erat kaitannya dengan riwayat keluarga depresi. Jika ada, maka bisa jadi depresi tertularkan ke sanak keluarga.

Selain itu, depresi bisa disebabkan oleh kimia otak. Kimia otak ini memang disebabkan oleh zat-zat yang berbahaya bagi otak. Bisa terjadinya karena salah makan. Makan makanan yang berbahaya seperti mengandung boraks atau pengawet-pengawet makanan yang tidak terjamin mutunya terbukti akan membuat zat kimia tertanam di otak.

Sementara itu, faktor terbesar penyebab depresi ialah stres. Stres bisa disebabkan banyak hal. Misal masalah di keluarga, seperti perceraian bisa membuat seseorang alami stres yang berujung ke depresi. Menenangkan pikiran dan refreshing bisa jadi salah satu cara untuk mencegah stres.

Cara Mengatasi Depresi

Gejala depresi bisa disembuhkan dengan beberapa upaya. Upaya tersebut ialah terapi depresi. Terapi depresi dilakukan dengan 3 cara yakni dengan konsumsi obat-obatan, psikoterapi, dan terapi elektrokonvulsif.

Berikut adalah uraian mengenai cara mengatasi depresi yaitu sebagai berikut:

1. Mengonsumsi Obat-Obatan

Mengonsumsi obat-obatan yang dimaksud ialah konsumsi antidepresan. Antidepresan dipercaya akan membantu proses seimbangkan senyawa dan zat-zat yang ada di otak. Zat-zat tersebut akan membuat otak berfungsi secara normal.

Dengan mengonsumsi antidepresan, penderita akan mengalami perbaikan mood dan suasana hati. Konsentrasi pun meningkat. Tubuh tidak terasa lemas dan berat lagi, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lagi dengan baik. Namun obat anti depresan hanya mencegah depresi saja, bisa kumat lagi sewaktu-waktu.

Tapi bisa saja karena dibiasakan meminum anti depresan bisa membiasakan otak untuk terbiasa berpikir normal. Namun perlu dijadikan catatan, bahwa penggunaan antidepresan harus sesuai resep dokter. Efek samping dari obat anti depresan ialah mual, pusing, gemetar, dan berkeringat.

Obat antidepresan yang sering digunakan ialah escitalopram, paroxetine, sertraline, fluoxwtine dan citalopram.

2. Psikoterapi

Selain obat-obatan, depresi juga bisa diobati dengan psikoterapi. Psikoterapi ini sistemnya diajarkan bagaimana cara berpikir normal. Selain itu diberi pendampingan khusus yang mengajarkan semua akan baik-baik saja, dan harap merasa tenang disegala kondisi. Terapi ini akan memanjakan penderita, misal dengan pijatan, ataupun diajak jalan-jalan ke tempat tenang, dan banyak metode psikologi lainnya yang dapat membantu menyembuhkan gejala depresi.

3. Eletrokonvulsif

Cara selanjutnya ialah dengan elektrokonvulsif. Elektrokonvulsif akan digunakan apabila tingkatan depresinya sudah sangat parah. Elektrokonvulsif akan dilakukan di bawah pengaruh obat bius. Namun efek dari elektrokonvulsif sangat tidak mengenakkan yakni kehilangan memori, sehingga penderita depresi terkesan seperti orang bingung dan linglung.

More articles

spot_img

News Update