Pasca Pandemi, Pemprov Kepri Kembali Lakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

Must read

Nagoyanews- Kepri, Dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi, Provinsi Kepri kembali melakukan pemutihan Pajak kendaraan bermotor di tahun 2022 ini.

“Pemprov Kepri Bersama Polda Kepri dan PT Jasaraharja mempersembahkan Program Pemutihan Pajak Daerah Tahun 2022. Kegiatan ini dituangkan dalam peraturan Gubernur tahun No 4 Tahun 2022,” terang Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BP2RD) Provinsi Kepri, Reni Yusneli.

Ada tiga bentuk pajak yang diberikan Gubernur Kepri dalam hal ini. Di antaranya penghapusan sanksi administrasi, pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan keringanan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PPKB).

Kemudian juga untuk membangun budaya tertib berlalu lintas budaya patuh pajak serta asuransi, mendorong masyarakat untuk untuk balik nama kendaraan.

Selain itu juga untuk update wajib pajak progresif 2023 dan mendongkrak penerimaan PKB, PNBP dan SWDKLLJ. Untuk pemutihan pajak ini dimulai tanggal 1 Juli 2022 sampai 30 November 2022 dan dibagi menjadi 2 tahap.

Tahap pertama yakni 1 Juli 2022 sampai 31 Agustus 2022. Untuk tahap kedua dimulai 20 September sampai 30 November 2022.

“Ada perbedaan di tahap pertama dan tahap kedua. Untuk tahap pertama penghapusan sanksi admistrasi 100 persen, pembebasan BBNKB 100 persen dan Keringanan Pokok PKB 50 persen. Bedanya dengan tahap kedua keringanan Pokok PKB hanya 30 persen,” sebutnya.

Reni juga menjelaskan, alasan keringanan pokok PKB lebih besar di tahap pertama dilakukan agar menarik antisias masyarakat membayar pajak di tahap pertama.

“Jadi kalau belum ada uang di tahap pertama bisa bayar di tahap kedua. Cuma diskonnya hanya 30 persen saja,” sebut Reni lagi.

Terakhir Reni menekankan, dalam program ini keringanan Pokok PKB tidak berlaku untuk pajak tahun berjalan dan seterusnya. “Hanya berlaku untuk satu tahun ke atas, alias yang menunggak,” terangnya lagi.

Dengan adanya pembedaan tahapan dan besaran diskon pajak, Reni berharap masyarakat Kepri bisa memanfaatkan kesempatan ini agar pengeluaran lebih hemat.

Terpenting dalam progran ini yaitu kepada masayarakat yang mempunyai kendraan segera melakukan BBNKB supaya terhindar dari Pajak Progresif yang akan diterapkan mulai tahun 2023 mendatang.

More articles

spot_img

News Update