Janji Kosong Taliban, Pelajar Putri Hanya Boleh Menempuh Pendidikan Sampai SD

Must read

Nagoya News- Taliban secara umum memiliki arti ‘Pelajar’. Kelompok ini dibentuk pada awal tahun 1990 an Organisasi ini terdapat di Afghanistan, dan mayoritas laki-laki sebagai pengisinya.

Pemimpin Taliban menginformasikan bahwa sekolah diatas kelas 6 SD akan kembali dibuka untuk anak perempuan setelah ia menutup sekolah-sekolahan di Kabul. Mendengar kabar itu, anak-anak gembira karena bisa kembali bersekolah. Namun, sebuah maklumat dari kementerian mengatakan sekolah-sekolah tetap ditutup bagi murid perempuan dan menginformasikan kepada anak-anak putri yang sudah duduk dikelas untuk pulang kerumah, Rabu (23/03/2022).

Dikutip dari Liputan6.com, kebijakan membatalkan kembalinya anak perempuan ke sekolah secara resmi disebutkan Waheedullah Hashmi, perwakilan pemerintahan yang dipimpin Taliban, pada Associated Press. “Tadi malam kami menerima kabar dari pimpinan kami bahwa sekolah akan tetap ditutup untuk anak perempuan,” kata Hashmi. “Kami tidak mengatakan sekolah akan ditutup selamanya.”

Sumber di pemerintahan Taliban hanya memastikan bahwa sekolah-sekolah bagi perempuan di Kabul ditutup saat ini. Namun, tidak ada penjelasan yang lebih rinci.

Laporan yang terus muncul sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021 dimana perbedaan antara pemimpin senior dengan para pragmatis yang dimana ingin melihat keterlibatan yang lebih besar dengan dunia.

Dengan tetap setia pada keyakinan mereka, tetapi jadi kurang keras dalam memerintah Afghanistan dan ini termasuk tentang melarang perempuan bekerja maupun bersekolah tinggi.

Banyak sejumlah pihak dan masyarakat dunia yang kecewa perihal keputusan ini dan menanyakan alasan yang jelas kepada otoritas.

Editor: Simamora

More articles

spot_img

News Update