OJK: IHSG Sempat Sentuh Titik Terendah Akibat Pandemi Covid-19

Must read

Nagoya News, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pandemi Covid-19 menjadi salah satu pertanyaan terberat, Batam bagi pasar modal domestik. Di mana harga saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari seluruh sektor sempat anjlok dalam pada tahun lalu.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari mengatakan, imbas pandemi, IHSG bahkan sampai turun hingga di bawah level 4.000 pada Maret 2020.

“Ini adalah titik terendah selama ini kita alami, namun kemudian IHSG berhasil rebound dan mengalami penguatan. Penutupan perdagangan kemarin IHSG di level 6.536,9 dan bahkan untuk kapitalisasi pasar berhasil mencetak rekor baru sebesar 8.015 triliun. Bukan prestasi yang menurut saya dan bahkan untuk kapitalisasi pasar berhasil mencetak rekor baru sebesar 8.015 triliun. kita patut bersyukur kerja keras kita menghasilkan hasil,” ujar Yunita dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 dikutip dari Antara diĀ  Jakarta , Kamis (14/10).

Begitu juga dengan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran perdana saham atau IPO di bursa. Pada tahun 2019 ada 59 perusahaan yang telah melakukan IPO dengan total emisi sebesar Rp14,7 triliun. Sementara itu pada 2020 terjadi penurunan sebanyak 48 perusahaan dengan total emisi Rp6,07 triliun

Per 11 Oktober 2021, perusahaan yang melakukan IPO memang masih menurun sebanyak 38 perusahaan, namun total emisinya mencapai Rp32,14 triliun. Peningkatan total emisi yang besar tersebut ditopang oleh IPO yang dilakukan oleh perusahaan rintisan (startup) dengan nilai valuasi yang cukup besar.

“Regulator pasar modal Indonesia atau OJK akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk selalu responsif dan mengakomodir kebutuhan masyarakat khususnya pelaku usaha yang ingin mendapatkan akses sumber daya alternatif dan manfaat lainnya sebagai perusahaan terbuka atau go public, termasuk dalam masa pandemi Covid-19,” kata Yunita.

More articles

spot_img
spot_img

News Update