Sunday, September 19, 2021

Mengemudi di Indonesia Pakai Setir Kanan, Ini Sejarahnya

Must read

Nagoya News, JAKARTA – Kebanyakan negara di dunia menerapkan sistem lalu lintas dengan setir kiri dan berjalan di sebelah kanan. Sementara mobil-mobil di Indonesia menerapkan setir kanan dan melaju di sisi kiri. Ternyata ada sejarahnya, lho. Sudah tahu?

Berdasarkan catatan World Standards, sejarah penggunaan setir kanan dan berjalan di sisi kiri dipengaruhi oleh masa feodalisme Inggris. Kala itu, orang-orang masih membawa padang ke mana pun mereka pergi. Di masa itu, kebanyakan orang memegang pedangnya dengan tangan kanan. Makanya, mereka menggunakan sisi sebelah kiri jalan untuk berpergian.

Ada tiga alasan kenapa para pejuang di masa feodalisme Inggris melaju di sisi kiri jalan. Pertama, para pejuang perang dapat dengan mudah menggunakan tangan kanan mereka untuk memegang pedang saat menyerang lawan yang mendekat. Kedua, dengan berjalan di sebelah kiri, mereka bisa menghindari menabrak sarung pedang milik orang lain. Sarung pedang ini biasanya menggantung di sabuk dan ditempatkan di sisi kiri pinggang. Ketiga, orang yang menggunakan tangan kanan lebih mudah naik kuda dari sebelah kiri. Mereka akan kesulitan naik kuda dari sebelah kanan jika sarung pedang berada di sebelah kirinya.

Negara yang menerapkan setir kanan dan lalu lintas sebelah kiri kebanyakan adalah koloni Inggris kuno. Namun, beberapa negara jajahan Inggris ada yang berubah haluan dengan menerapkan setir kiri. Salah satunya Amerika Serikat yang ingin melarikan diri dari akar Inggrisnya. Jadi, Amerika menerapkan setir kiri dan lalu lintas sebelah kanan sebagai gantinya.

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa Indonesia menerapkan setir kanan? Hal itu terkait dengan status Indonesia sebagai jajahan Belanda. Kebiasaan berpergian di sisi kiri jalan dibawa oleh Belanda saat datang pertama kali ke Indonesia pada 1596.

More articles

spot_img
spot_img

News Update