Perawat Muslim di Singapura Kini Boleh Berhijab saat Kerja

Must read

Nagoya News, SINGAPURA – Para perawat Muslim di Singapura menyambut baik kabar bahwa mereka akan diizinkan memakai tudung atau hijab bersama dengan seragam mereka jika menginginkan demikian. Aturan baru itu akan dimulai pada November mendatang.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (31/8/2021), pengumuman itu disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong dalam pidatonya saat National Day Rally pada Minggu (29/8) waktu setempat.

“Saya sangat lega, sangat senang ketika saya mendengar kabar itu. Sudah sejak lama kami meminta ini. Ada rasa lega. Saya bahkan sampai menitikkan air mata, sedikit emosional,” tutur seorang perawat Muslim di Singapura yang hanya ingin disebut sebagai Wati.

Wati yang diketahui berusia 36 tahun dan seorang Melayu-Muslim ini sudah menjadi perawat di Singapore General Hospital selama 16 tahun. Dia mengakui sama sekali tidak mengharapkan kabar tersebut, karena dia ‘seperti kehilangan harapan’ bahwa dirinya akan diperbolehkan memakai hijab saat bekerja.

Selama ini, Wati memakai hijabnya dalam perjalanan ke tempat kerja, lalu mencopotnya saat bekerja, dan mengenakannya kembali saat perjalanan pulang.

Senada dengan Wati, seorang perawat Muslim lainnya bernama Aishah Sulaiman (33) juga menyatakan dirinya ‘sangat senang mendengar’ kabar ini.

“Ini bukan (halangan) bagi saya untuk menjalankan tugas saya sekarang, tapi (bisa memakai hijab) akan menjadikan perjalanan bolak-balik lebih nyaman,” sebut Aishah yang bekerja di salah satu rumah sakit umum. (dtk)

More articles

spot_img

News Update