Kasus Corona di Empat Negara Tetangga Indonesia Ini Meroket

Must read

Nagoya News, JAKARTA – Tidak hanya Indonesia yang masih memiliki kasus infeksi Covid-19 tinggi, tetapi juga negara-negara tetangga yang tidak jauh dari Nusantara. Berikut deretan negara tetangga Indonesia yang memiliki kenaikan kasus Covid-19:

Malaysia

Kasus Covid-19 di Malaysia selalu melonjak hingga mencapai rekor harian. Pada Kamis (26/8/2021) negara itu melaporkan 24.599 infeksi baru dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan sepanjang gelombang baru ini menyerang.

Namun pada Jumat (27/8/2021), kasus baru di Malaysia sempat turun menjadi 22.070 orang dalam sehari.

Dengan tambahan ini, Malaysia telah melaporkan total 1.662.913 kasus infeksi dan 15.550 kasus kematian sejak munculnya pandemi.

Sebelumnya Malaysia telah melakukan lockdown berkali-kali untuk menekan kasus. Malaysia juga mengalami pergantian perdana menteri (PM) dari Muhyiddin Yassin ke Ismail Sabri Yakoob.

Brunei Darussalam

Brunei Darussalam, negara yang selama ini adem ayem soal pandemi, mengalami lonjakan kasus yang sangat tinggi. Padahal negeri di ujung Kalimantan itu berhasil menekan angka kasus selama 15 bulan terakhir.

Pada 20 Agustus 2021, Brunei mencatatkan tambahan kasus harian sebanyak, 190 orang, rekor tertinggi sejak pandemi virus corona melanda Negeri Petro Dolar itu. Selama seminggu sejak itu, rata-rata pasien positif bertambah 11,19% dalam sehari. Melesat dibandingkan rata-rata tujuh hari sebelumnya yaitu 7,05%.

Bila dibandingkan dengan 20 Juli 2021, di mana pasien positif corona di Brunei hanya bertambah 14 orang maka kenaikan di 20 Agustus 2021 sangat signifikan. Lonjakan kasus mencapai 1.257,14%.

Sejak saat itu, Brunei melaporkan lebih dari 100 kasus Covid-19 baru setiap harinya. Kasus kematian pun bertambah menjadi total 7 orang, dengan total 2.380 kasus infeksi sejauh ini.

Australia
Kasus infeksi Covid-19 di Australia semakin mengkhawatirkan. Pada Kamis (26/8/2021) negara itu pertama kalinya melaporkan 1.112 infeksi corona dalam sehari. Jika dibandingkan dengan rata-rata pada 26 Juni lalu yang hanya 19 kasus, Australia memiliki lonjakan hingga lebih dari 4.600% dalam dua bulan terakhir.

Akibatnya banyak negara bagian yang menerapkan kebijakan lockdown. Sydney bersama beberapa kota besar seperti Melbourne dan Canberra melakukan lockdown ketat, sehingga memaksa kegiatan ekonomi yang dimotori kota-kota ini harus terhambat sementara waktu.

Australia sendiri memiliki tingkat vaksinasi yang rendah. Saat ini Negeri Kanguru itu baru saja menyuntikkan vaksin dosis penuh ke 32% penduduknya. Perdana Menteri Scott Morrison mengharapkan untuk mencapai 70% pada akhir tahun.

Hingga saat ini Australia mencatat total 49.935 kasus infeksi dan 993 kematian sejauh ini.

Selandia Baru

Pemerintah Selandia Baru pada Selasa (24/8/2021) melaporkan kenaikan tertinggi infeksi harian virus corona, yakni 41 infeksi dalam 24 jam terakhir. Padahal pada 15 Agustus 2021, hanya ada tujuh kasus yang ditemukan di negara itu.

Ini merupakan kenaikan sebesar hampir 600% bila dibandingkan dengan pertengahan bulan lalu, menurut analisa John Hopkins University.

Kenaikan ini sendiri membuat pemerintah pimpinan Perdana Menteri (PM) Jacinda Adern memutuskan untuk memperpanjang lockdown. Jacinda memberlakukan penguncian level 4 secara nasional hingga tanggal 27 Agustus mendatang.

Sementara itu khusus Auckland, kota terbesar Selandia Baru itu akan mengalami penguncian hingga 31 Agustus. Negara yang bernama lain Aotearoa ini kini memiliki total 3.380 kasus infeksi dan 26 kasus kematian. (cnbc)

More articles

spot_img

News Update