Jambu Biji untuk Obat Demam Berdarah, Mitos atau Fakta?

Must read

Nagoya News, JAKARTA – Buah jambu biji selama ini dipercaya dapat mengobati demam berdarah (DBD). Bagaimana fakta di balik mitos jambu biji untuk obat demam berdarah?

Sejumlah penelitian ternyata menunjukkan tidak ada bukti yang kuat jambu biji dapat menjadi obat demam berdarah.

Orang yang mengalami demam berdarah ditandai dengan kondisi trombosit yang menurun. Oleh karena itu, pengobatan yang harus dilakukan mesti bertujuan meningkatkan trombosis pasien.

Namun, studi menunjukkan jambu biji tidak meningkatkan trombosit.

“Tidak ada bukti jambu biji dan angkak itu meningkatkan trombosit,” kata dokter spesialis penyakit dalam di RS Universitas Indonesia, Sukamto, beberapa waktu lalu.

Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi juga menyatakan belum terdapat bukti mengenai jambu biji bisa mengobati DBD.

“Belum ada penelitiannya kalau itu (jambu biji, angkak, dan kurma) bisa menyembuhkan demam berdarah. Boleh saja dikonsumsi tapi harus diobati,” kata Nadia.

Para ahli sepakat jambu biji boleh dikonsumsi saat mengalami DBD, tapi tetap dengan pengobatan medis sebagai yang utama.

“Boleh dikonsumsi sebagai suplementasi, bukan sebagai obat utama. Yang utama cairan lewat infus dan pemantauan ketat,” kata dokter spesialis penyakit dalam di MRCCC Siloam, Ari Sejati.

Jambu biji merupakan buah yang kaya akan vitamin dan antioksidan sehingga baik dikonsumsi saat sakit. Penilitian terbaru dari LIPI menunjukkan fermentasi jambu biji dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kami memanfaatkan buah jambu biji merah untuk meningkatkan kerja sistem imun tubuh karena jambu biji mengandung serat terlarut, polifenol, alkaloid, flavonoid,” kata salah satu peneliti Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Yati Maryati dalam webinar LIPI, Kamis (4/6).

More articles

spot_img
spot_img

News Update