PBSI Targetkan Indonesia Juara Piala Thomas dan Uber

Must read

Nagoya News, JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, menyebut bukan hal mustahil untuk menjuarai Thomas Cup dan Uber Cup yang undiannya baru dilaksanakan Rabu (18/8).

Dalam undian grup yang berlangsung di kantor BWF, Kuala Lumpur, Malaysia itu tim Thomas dan Uber Cup Indonesia berada di Grup A. Tim Thomas Indonesia tergabung bersama Taiwan, Aljazair, dan Thailand. Sedangkan tim Uber Indonesia bersama Jepang, Jerman, dan Prancis.

“Kita lihat di Olimpiade kemarin, yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin dan itu harus dibuktikan. Di Piala Thomas ini bukan berarti tidak mungkin [Indonesia jadi juara],” kata Rionny dalam rilis resmi PBSI yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (18/8).

“Untuk Piala Uber, delapan besar saya yakin lolos tapi lebih baik juara grup agar peluang ke semifinal lebih besar. Tapi bukan berarti targetnya semifinal, targetnya juga kita bawa pulang Uber ke sini,” ujarnya menambahkan.

Untuk Thomas Cup, Indonesia menjadi unggulan pertama. Status ini tak lepas dari situasi pemain-pemain Indonesia yang menempati posisi bagus dalam peringkat BWF, baik di tunggal maupun ganda.

Namun hal itu tak lantas membuat semuanya bakal berjalan mulus bagi Indonesia. Taiwan yang diperkuat Chou Tien Chen dan juara Olimpiade Lee Yang/Wang Chi Lin bakal jadi musuh besar bagi Indonesia di fase grup.

“Kans kami [Indonesia] di grup A Piala Thomas, peluangnya untuk menjadi juara grup itu ada. Hanya saja tetap tidak boleh lengah, terutama saat berhadapan dengan tim Taiwan. Kekuatan mereka merata, apalagi ganda putranya (Lee Yang/Wang Chi-Lin) baru mendapat medali emas Olimpiade,” ujar Rionny.

“Untuk Aljazair dan Thailand saya rasa kita bisa [menang], tidak ada kendala. Kami mengincar posisi juara grup untuk menghindari bertemu lawan kuat di delapan besar seperti China, Denmark, dan Jepang. Setidaknya mengurangi tekanan dulu karena di delapan besar tekanan pasti jadi lebih besar,” katanya.

Untuk tim Uber Cup, Rionny berpikir realistis. Kekuatan tim putri Indonesia memang tidak terlalu diunggulkan, tetapi bukan berarti tanpa peluang. Jika pemain melakukan persiapan dengan baik dan berjuang keras, hal positif tak mustahil diraih.

“Untuk tim Uber, saya rasa Jerman dan Perancis ini tidak masalah lah. Kalau melihat kekuatan kita unggul. Medali emas Olimpiade dari ganda putri juga bisa menambah motivasi tim kita untuk lebih kuat. Yang kita harus berjuang pasti lawan Jepang, tapi tetap kalau bisa juara grup lebih baik. Kalau kita bisa manage yang bagus, kemungkinan kita bisa kalahkan mereka,” katanya.

“Secara materi pemain kami sedang siapkan, di ganda kedua dan ketiga juga tiga tunggal putri. Kalau kita lihat di Olimpiade kemarin tim Jepang bermain dengan tekanan yang sangat tinggi. Pelajarannya kita tidak boleh takut, mereka bisa kita kalahkan dengan persiapan yang baik, bermain dengan tenang dan memberikan tekanan pada mereka,” ucap Rionny.

Sejauh ini PBSI belum memutuskan daftar nama pemain yang akan tampil di Thomas dan Uber Cup 2020.

“Nama-nama pemain belum saya tentukan, tapi gambarannya sudah ada. Kami masih punya waktu sampai tanggal 24 September 2021 mendatang. Kami masih mau pantau kesiapan mereka dan hasil latihan terakhir,” ujarnya. (ger)

More articles

spot_img

News Update