Makin Ketat, Survei LPMM: Tingkat Keterpilihan Antara PDIP dan Golkar Hanya 0,4 Persen

Must read

Nagoya News, JAKARTA – Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) melaksanakan survei tingkat keterpilihan partai politik (parpol) di Indonesia. Hasilnya, tingkat keterpilihan Partai Golkar terus meningkat, dan kini tersisa 0,4 persen dari PDI Perjuangan.

Direktur Eksekutif LPMM, Daniel Zafnat Paneah mengungkapkan, hasil survei terkait tingkat pilihan publik pada partai politik dengan disebutkan nama-nama parpolnya.

“PDI Perjuangan menunjukkan tingkat keterpilihan yang tertinggi dari semua parpol yaitu sebesar 17,7 persen, kemudian ditempel ketat Golkar dengan tingkat keterpilihan 17,3 persen,” kata Daniel dalam rilisnya, Rabu (14/4/2021).

Kemudian disusul Gerindra 8,3 persen, PKB 7,2 persen, Demokrat 7,1 persen, Nasdem 6,9 persen, PKS 6,7 persen, PSI 4,2 persen, PAN 3,2 persen, PPP 3,1 persen dan partai peserta Pemilu 2019 lainnya sebanyak 2,4 persen dan yang tidak mau memilih 15,9 persen.

Survei juga dilakukan dengan menanyakan pilihan partai politik ke responden jika pemilu digelar disaat survei berlangsung dengan jawaban secara Top of Mind.

Hasilnya, PDI Perjuangan berada di posisi tertinggi yakni 14,2 persen, kemudian disusul oleh Partai Golkar sebesar 13,7 persen, Gerindra 7,2 persen, Demokrat 7,1 Persen, PKB 6,9 persen, Nasdem 6,7 persen, PKS 6,4 persen, PSI 4,1 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,9 persen dan partai peserta pemilu 2019 lainnya sebanyak 2,3 persen dan responden tidak memberikan pilihan sebanyak 25,4 persen

LPMM juga menjajaki soal pengetahuan publik terkait adanya parpol baru yang siap mengikuti Pemilu 2024. Hasilnya tak sampai 50 persen responden yang tahu akan adanya partai baru itu.

“Hasil survei juga menunjukan bahwa sebanyak 30,8 persen mengetahui adanya partai politik debutan baru seperti Partai PRIMA, Partai Umat, Partai Gelora dan sebanyak 69,2 persen tidak tahu adanya partai politik baru yang bersiap siap akan mengikuti pemilu 2024,” jelas Daniel.

Survei LPMM sendiri dilakukan pada 26 Maret-8 April 2021. Sampel sebanyak 2000 responden dipilih secara acak dari jumlah proporsional menurut provinsi untuk mewakili pemilih nasional. Margin of error survei diperkirakan +/-2.19 % pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. (ger/faj)

More articles

spot_img
spot_img

News Update