Pembelajaran Daring Sejumlah Pulau Karimun di Karimun Terhambat Jaringan

Must read

KARIMUN, NAGOYAnews.net – Sistem pembelajaran wilayah Kabupaten Karimun menerapkan sistem daring atau online pasca pandemi corona.

Penerapan sistem daring itu dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Karimun. Perihal itu, bertujuan untuk memutus penyebaran COVID-19 yang terus meningkat kasusnya di Indonesia.

Baca juga: Harga Ikan Cupang Capai Puluhan Juta, 5 Artis Ini Ikut Koleksi

Namun demikian, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan penerapan sistem belajar secara online, baik dalam sisi sarana dan prasarana berupa perangkat yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim, menyebutkan, umumnya 20 persen hambatan yang dialami adalah mereka yang berada di daerah-daerah pulau di Karimun.

“Yang 20 persen ini tidak hanya terkendala perangkat handphone, tapi jaringan juga. Hambatannya adapun android seperti di daerah Moro sinyalnya kurang,” ujarnya, Selasa (1/9/2020).

Lanjutnya, meski 20 persen proses pembelajaran terhambat, namun 80 persen lebihnya siswa dinilai mampu untuk mengikuti proses belajar secara online. Umumnya, mereka yang berada di wilayah-wilayah perkotaan.

“Umumnya itu anak-anak kita yang di kota, daring menggunakan handphone. Kemudian untuk daerah pulau ini mungkin hambatannya jaringan,” katanya.

Sebagai solusi agar proses pembelajaran terus berjalan efektif, pihaknya telah memberikan langkah alternatif dengan sistem pembelajaran secara luring.

“Sebenarnya kalau mereka tidak mampu, ada alternatif lain. Mereka boleh minta belajar secara Luring. Luring itu kan diluar jaringan, artinya guru mengantar semua tugas-tugas ke rumah. Seperti di PAUD, ada namanya Guling (Guru Keliling), jadi inisiatif guru-guru PAUD ini mereka melakukan Guling. Di kelompok beberapa rumah, nanti guru ke rumah itu,” katanya. (ger)

More articles

spot_img

News Update