Wednesday, August 10, 2022

Rencana Proses Belajar Tatap Muka, Disdik Karimun Minta Persetujuan Wali Murid

Must read

KARIMUN, NAGOYAnews.net – Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun pertimbangkan rencana dimulainya proses belajar mengajar secara tatap muka untuk satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Karimun.

Rencana itu mulai dibahas setelah sekolah- sekolah di Karimun kembali diliburkan pasca terjadinya lonjakan kasus Covid- 19 di Kabupaten Karimun.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Sekolah di Karimun terkait rencana dibukanya proses belajar mengajar secara tatap muka.

“Kita sudah gelar rapat koordinasi membahas persiapan untuk pembelajaran tatap muka, seperti kesiapan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan hingga teknis pembelajarannya. Dari pihak sekolah semuanya telah siap apabila dimulai kembali pembelajaran tatap muka nantinya,” kata Bakri, Rabu (26/8/2020).

Namun demikian, Bakri mengatakan sebelum dimulainya pembelajaran tatap muka itu, pihaknya akan lebih dulu meminta surat pernyataan dari orang tua siswa, apakah ingin tetap melanjutkan pembelajaran secara daring atau pembelajaran tatap muka.

“Kita lihat apakah orang tua siswa ini siap atau tidak apabila pembelajaran tatap muka. Tergantung bagaimana nanti, apakah banyak orang tua yang meminta untuk tatap muka atau daring, selanjutnya keputusan akan ditetapkan oleh Bupati,” katanya.

Apabila mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2020, proses pembelajaran secara tatap muka akan dimulai pada 14 September mendatang untuk satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

“Kita mengacu pada Permendikbud nomor 4 itu, dan apabila dari pak Bupati sudah setujui mungkin 14 September sudah mulai pembelajaran tatap muka. Untuk sementara ini, sampai ada kebijakan baru, pembelajaran masih secara daring,” katanya.

Ia berharap, dalam dua pekan kedepan jumlah kasus Covid-19 di Karimun akan menurun, sehingga proses belajar secara tatap muka akan dimulai kembali.

“Kita berdoa saja, agar kondisi dapat kembali seperti semula. Proses belajar juga dapat berjalan normal,” katanya. (ger)

More articles

spot_img

News Update