Bea Cukai DKI: Putra Siregar Dapat Suplai Ponsel dari Mafia Batam

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Terdakwa kasus penyelundupan telepon seluler ilegal, Putra Siregar banyak mendapatkan pasokan dari mafia barang ilegal asal Batam.

Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta memastikan bukan hanya Jimmy sosok yang patut disinggung dalam bisnis handphone Putra Siregar.

Baca juga: Kemenag Siapkan Tiga Opsi Pemberangkatan Haji Tahun 2021

Hal itu disampaikan Penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta Frengki Tokoro dalam sidang beragendakan mendengar keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (24/8/2020).

“Jimmy ini bukan satu-satunya penyuplai, ada beberapa. Tapi, kasus Putra Siregar berawal dari pengiriman handphone yang dilakukan Jimmy ke Putra,” ujarnya di PN Jakarta Timur, Senin (24/8/2020).

Meski demikian, Frengki tidak dapat menyebutkan secara rinci siapa saja sosok penyuplai telepon seluler untuk bisnis yang dijalankan Putra Siregar. Namun, pegawai Putra Siregar mengetahui sosok yang bertindak sebagai penyuplai barang ilegal ke gerai PS Store.

“Di BAP (berita acara pemeriksaan) itu handphone diklasifikasikan sesuai pengirimannya. Jadi mereka (pegawai) mengetahui mana barang dari Jimmy, mana dari yang lain,” katanya.

Kejari Jaktim Siapkan Saksi dari Kemenperin

Kasus yang menjerat pengusaha telepon seluler, Putra Siregar memasuki babak baru. Guna membuktikan yang bersangkutan melanggar UDD Kepabeanan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur bakal menghadirkan saksi ahli dari Kemenperin dalam sidang lanjutan yang akan digelar Senin (31/8/2020).

“Iya perlu dong. Kita lihat perkembangan ke depan sama-sama, mudah-mudahan saksi ahli bisa hadir. Semua yang kita panggil akan dihadirkan,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Milono di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Sebanyak 3 saksi bakal dihadirkan dalam sidang lanjutan pekan depan. Terkait kedatangan tiga saksi dalam sidang lanjutan belum dapat dipastikan semuanya dapat hadir.

Dalam persidangan beragendakan mendengarkan keterangan saksi, Milono menyebutkan pegawai Putra Siregar mengetahui bahwa telepon seluler yang dijual sebagian ada yang resmi dan ada juga yang tidak. (arg/sindonews.com)

More articles

spot_img

News Update