Wednesday, August 10, 2022

Terpanas di Bumi, Temperatur Death Valley di AS Capai 54,4 Derajat Celsius

Must read

CALIFORNIA, NAGOYAnews.net – Suhu di Taman Nasional Death Valley, Negara Bagian California, Amerika Serikat yang mencapai 54,4 derajat Celsius boleh jadi merupakan temperatur paling panas yang pernah terekam secara meyakinkan di Bumi.

Pencatatan rekor itu kini sedang diverifikasi oleh Badan Cuaca Nasional AS.

Suhu tersebut mengemuka di tengah gelombang panas yang melanda pesisir barat AS, kawasan yang diperkirakan bakal merasakan kenaikan temperatur pekan ini.

Panasnya cuaca juga terjadi saat listrik padam selama dua hari di California setelah pembangkit listrik mengalami kerusakan pada Sabtu (15/08).

Bagaimana rekor sebelumnya?
Suhu 54,4 derajat Celsius tercatat di Furnace Creek, Death Valley, pada Minggu (16/08) waktu setempat.

Suhu paling panas yang mungkin tercatat secara meyakinkan di Bumi sebelumnya adalah 54 derajat Celsius juga di Death Valley pada 2013 lalu.

Temperatur yang lebih tinggi, yaitu 56,6 derajat Celsius, diyakini terjadi seabad lalu di Death Valley, namun hal itu masih diperdebatkan.

* Musim panas beberapa tahun ke depan akan ‘terlalu panas untuk manusia’
* Suhu bumi ‘kemungkinan naik’ lebih dari 1,5 derajat Celcius, apa dampaknya bagi kita?
* Satelit-satelit merekam dataran es di Arktika terbelah
* Suhu mencapai 51 derajat Celcius, bagaimana warga Irak menghadapinya?
* Beberapa pakar cuaca modern meyakini angka itu keliru, bersama dengan sejumlah catatan suhu yang terekam pada musim panas tersebut.

Berdasarkan analisis sejarah cuaca, Christopher Burt, pada 2016, beberapa catatan suhu di kawasan itu pada 1913 tidak sejalan dengan catatan di Death Valley.

Rekor suhu lainnya di Bumi tercatat di Tunisia pada 1931, yang mencapai 55 derajat Celsius. Namun, Burt mengatakan catatan ini, bersama dengan catatan lainnya di Afrika pada masa kolonial, punya “masalah kredibilitas yang serius”.

Bagaimana dengan gelombang panas?

Gelombang panas saat ini membentang dari Arizona di barat daya, hingga ke Negara Bagian Washington di barat laut.

Kondisi ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin (17/08) dan Selasa 918/08), sampai suhu menurun pada akhir pekan.

Akan tetapi, cuaca panas akan terus berlanjut sampai setidaknya 10 hari lagi.

Death Valley, California

Suhu yang berpotensi memecahkan rekor sebagai temperatur paling tinggi tercatat di Death Valley, California (Getty Images)

Ketika suhu meninggi di California, badan pengelola listrik di California (CISO) menyatakan darurat Tahap 3 yang berarti “permintaan [listrik] mulai melampaui pasokan.

Karena listrik di negara bagian itu banyak menggantungkan energi panas matahari dan tenaga angin, dan karena masyarakat banyak menggunakan listrik untuk pendingin ruangan, sistem listrik berisiko padam total.

Guna memenuhi permintaan listrik dan mencegah listrik padam, para pejabat melakukan pemadaman bergilir untuk menghemat energi.

Bagaimana dengan dampak panas ekstrem?
Pihak berwenang mendefinisikan panas ekstrem sebagai kondisi panas dan lembab tinggi dengan suhu di atas 32 derajat Celsius selama dua hingga tiga hari.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan gelombang panas rata-rata dapat menewaskan lebih banyak orang ketimbang cuaca ekstrem lainnya di AS.

Selain menyebabkan pemadaman listrik, panas ekstrem dapat membuat penerbangan terhenti, aspal meleleh, dan bagian dalam kendaraan mengalami panas berlebih hingga ke taraf berbahaya.

Gelombang panas juga berdampak parah ke pertanian, seperti menyebabkan tanaman layu dan mati, atau memicu penyebaran penyakit tanaman.

(dtk)

More articles

spot_img

News Update