Wednesday, August 10, 2022

BI Bantah Soal Tudingan Busana China di Uang Baru Rp75 Ribu

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Bank Indonesia (BI) menampik salah satu dari sembilan anak yang dipilih sebagai ikon uang kertas Rp75 ribu mengenakan pakaian adat asal China.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim menegaskan bahwa kostum adat yang ramai dibicarakan di media sosial (medsos) tersebut merupakan pakaian adat suku Tidung dari Kalimantan Utara.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, Ini Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun

“Bukan dari Tiongkok, asli Indonesia. Justru dengan ini kami menampilkan 9 baju daerah itu sekarang kita cari tahu kekayaan dan keragaman Indonesia,” ucapnya lewat video conference, Selasa (18/8).

Ia menjelaskan bahwa kesembilan anak yang dipilih mewakili keragaman budaya Indonesia melalui proses panjang sejak 2018.

Tak hanya melalui proses diskusi lintas Kementerian, BI juga melakukan konsultasi dengan sejarawan dan budayawan. Setelahnya, bank sentral juga melakukan diskusi dengan pemda yang dipilih mewakili provinsi dari barat hingga timur Indonesia.

Selain itu, pemilihan pakaian daerah juga melalui proses verifikasi dan koordinasi sampai ke dinas pendidikan dan unit pelaksana teknis balai daerah masing-masing untuk dipilih desain pakaian yang akan ditampilkan.

Oleh karena itu, ia berani memastikan bahwa BI tak asal pilih. Ia juga bilang bahwa adat budaya yang diangkat darl mata uang peringatan kemerdekaan (UPK) ini belum pernah diangkat menjadi ikon uang cetakan BI sebelumnya.

Rincinya, dari Indonesia barat dipilih provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Riau, dan Jawa Tengah. Sementara dari Indonesia tengah dipilih Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Gorontalo.

Kemudian, dari Indonesia Timur ada Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

“Untuk menggambarkan pakaian adat, kami menampilkan anak-anak asli dari daerah tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, dipilihnya anak-anak sebagai ikon uang sesuai dengan filosofi UPK yaitu Menyongsong Masa Depan Gemilang. Anak Indonesia dinilai tepat untuk menggambarkan SDM unggul di era Indonesia Maju.

Sebelumnya, salah satu kostum adat yang ditampilkan BI dalam bilyet teranyar menuai perdebatan publik di medsos. Banyak yang mempertanyakan keputusan BI memilih salah satu pakaian adat yang diduga bukan berasal dari Indonesia. (nig)

Sumber: cnnindonesia

More articles

spot_img

News Update