Tiga Pulau di Batam Ini Hanya Nikmati Listrik 6 Jam Sehari

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Masyarakat tiga pulau di Batam hanya menikmati listrik enam jam dalam sehari. Pasokan listrik juga hanya mengandalkan dari mesin genset.

Ketiga pulau tersebut, yakni Pulau Lance, Pulau Panjang dan Pulau Akar. Mirisnya lagi, Pulau Akar jaraknya hanya sepelemparan batu dari Jembatan I Barelang, ikon Pulau Batam, yang malam hari terang benderang disinari cahaya lampu.

Sejauh ini masyarakat di sana masih menggunakan genset sebagai alat penerangan yang hidup hanya dari jam 18.00 WIB sampai dengan jam 00.00 WIB.

Baca juga: Minta TKA China Dipulangkan, Mahasiswa Demo Kantor Imigrasi Pinang

Kondisi listrik yang kurang memadai diakui masyarakat setempat, karena sangat mengganggu aktivitas belajar anak-anak, apalagi saat ini sistem belajar anak-anak sangat membutuhkan listrik.

Mendengar keluhan masyarakat di tiga pulau tersebut, Gubernur Kepri Isdianto berjanji akan merealisasikan apa yang diminta masyarakat di tahun 2021 mendatang. Mengingat hingga Februari 2021 dirinya masih memiliki wewenang untuk menyusun anggaran guna merealisasikan kebutuhan masyarakat.

“Saya tadi sudah ke Pulau Lance, lalu ke Pulau Panjang dan sekarang di Pulau Akar. Keluhannya sama, yakni masalah listrik. Kalau memang itu yang dibutuhkan masyarakat, dan sangat mendesak. Insya Allah, kami mohon doa agar kita bisa realisasikan masalah listrik ini di tahun 2021,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke tiga pulau sekaligus di pesisir Kota Batam, Kamis (13/8/2020).

Hal ini bukan janji sendiri, sambungnya, tapi ada manajer PLN yang ikut bersama dalam kunker, dan PLN pun sudah berjanji untuk merealisasikan kebutuhan listrik di tiga pulau tersebut. “Karena PLN juga berkeinginan untuk membuat Kepri terang benderang,” kata Isdianto.

Selain listrik, masyarakat juga meminta agar pemerintah memperhatikan masalah transportasi anak-anak sekolah di pulau mereka, yakni berupa boat pancung.

Isdianto yang sejak awal memang komitmen dalam masalah pendidikan pun langsung merespons, dengan harapan semua yang dibutuhkan masyarakat bisa terealisasi di tahun 2021.

“Masalah pendidikan sudah menjadi komitmen saya sejak awal. Jika masih ada masyarakat yang mengeluh soal pendidikan, termasuk masalah masih minimnya alat transportasi sekolah bagi masyarakat pesisir. Tentu saja ini jadi bahan evaluasi kami. Selanjutnya Insya Allah hal ini akan kita realisasikan juga di 2021,” katanya. (arg)

More articles

spot_img

News Update