Pentingkan Bangun Lampu Hias, Pelaku UKM: Bukti Pemko Batam Tak Peka Nasib Masyarakat

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Batam menilai Pemko Batam tak peka terhadap nasib masyarakat di tengah pandemi saat ini.

Pelaku UKM Batam, yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Kepri Bidang UMKM, Safrudin Andi Bola mengatakan, hal ini bisa dilihat dari langkah Pemko Batam membangun proyek lampu hias setinggi 10 meter di kawasan Laluan Madani Baloi, yang dinilai tak begitu penting dan mendesak.

Menurut dia, seharusnya pemerintah saat ini harus lebih mementingkan bagaimana membantu masyarakat di tengah pandemi corona.

Baca juga: Kawasan Laluan Madani Akan Dipercantik Lampu Hias Setinggi 10 Meter

“Hal ini sangat kami disesalkan kepada pemerintah. Kami anggap pemerintah tidak peka dengan kondisi masyarakat di tengah pandemi saat ini,” ujarnya, Rabu (5/8/2020).

Ia mengatakan, selama ini para pelaku UKM hanya mendengar, dan melihat berita-berita bantuan untuk UKM yang terdampak corona, sehingga gulung tikar dan tidak bisa dagang lagi.

“Banyak pelaku UKM mau dagang lagi, tapi tak ada modal. Ini seharusnya yang dibantu pemerintah, bukan membangun lampu hias yang tak begitu mendesak dan penting di saat seperti ini,” jelasnya.

Pemberitaan tentang bantuan pemerintah, termasuk untuk para pelaku UKM belum juga terlihat. Menurut dia, bantuan yang ada saat ini hanya bantuan sembako kepada masyarakat, dan sebagian mungkin diterima juga pelaku UKM.

“Persoalannya sekarang kami dengar bantuan sekian dari pusat, terus untuk UKM. Tapi itu hanya berita sekadar angin surga saja,” kata Andi.

Ia mengatakan, pelaku UKM sangat menyesalkan yang dilakukan Pemko Batam yang dinilai tak peka terhadap kondisi masyarakat.

“Kalau itu mau dibangun, tunggulah setelah pandemi. Ditanya tak ada duit lagi, tapi kenapa sekarang bikin lampu hias dan jika dilihat tak mendesak,” ujarnya.

Bahkan persoalan Indomaret dan Alfamart yang selama ini selalu dikeluhkan para pelaku UKM juga tak ada tidak lanjut. “Ini gimana, pemerintah apa yang dilihat saat ini. Kalau soal lampu hias dah banyak di Batam. Yang dibutuhkan saat ini bantuan bagi masyarakat, terutama modal bagi para pelaku UKM,” katanya.

Seperti diketahui, Kawasan Laluan Madani salah satu ikon di Kota Batam akan dibangun lampu hias setinggi 10 meter. Pembuatan lampu ini termasuk dalam rencana penataan taman di kawasan yang dulu dikenal dengan nama Simpang Jam.

“Pemko Batam sedang menata taman di Laluan Madani. Mulai dari simpang Laluan Madani sampai ke depan Imperium. Di titik ini akan dibangun lampu hias yang tingginya 10 meter,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Yumasnur, Senin (3/8).

Model lampu hiasnya akan seperti payung besar. Bagian atasnya dirancang berbentuk bulat dengan diameter 8 meter. “Seperti Jewel Changi Airport. Kalau di sana air yang mengalir dari atas ke bawah. Di lampu hias kita ini nanti tidak air, tapi dipasang lampu kecil-kecil. Jadi permainan lampunya yang disuguhkan,” papar Yumasnur.

Proses pembangunan lampu hias ini diperkirakan mulai pada pertengahan atau menjelang akhir Agustus 2020. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikannya. “Pasang lampunya ini agak lama karena kita merakit dari lampu-lampu kecil. Perkiraan kita Oktober baru selesai,” ujarnya.

Yumasnur mengatakan penataan taman di kawasan Laluan Madani ini merupakan ide Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Wali Kota ingin agar jalur utama di Jalan Sudirman tersebut tampil cantik.

“Penataan taman ini akan meningkatkan estetika kota sehingga diharapkan akan menjadi lokasi publik yang menarik,” tutur Yumasnur.

Lokasi pemasangan lampu hias ini tepatnya berada di seberang Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam. Berada di sebelah kiri jalan jika kendaraan bergerak dari arah Baloi ke Simpang Kabil. (arg)

More articles

spot_img

News Update