Wednesday, August 10, 2022

Juni 2020, Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Kepri Hanya 14,45 Persen

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Pandemi corona menghantam segala sektor bisnis di Indonesia, termasuk sektor perhotelan.

Hal ini berimbas pada tingkat hunian hotel di Kepri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Juni 2020 mencapai rata-rata 14,45 persen atau naik 4,54 poin dibanding TPK Mei 2020 sebesar 9,91 persen.

“Jika dibandingkan dengan bulan Juni tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau turun sebesar 36,73 poin, dimana TPK bulan Juni 2019 yaitu sebesar 51,18 persen,” kata Kepala BPS Batam, Rahmad, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Pandemi Corona, Hanya 1.785 Wisman Kunjungi Batam Juni 2020

Ia menjelaskan, pada bulan Juni 2020, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau lebih rendah 5,26 poin dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional, dimana rata-rata TPK nasional sebesar 19,71 persen.

Selanjutnya bila dilihat menurut klasifikasinya, TPK hotel berbintang 2 pada Juni 2020 mencapai 20,53 persen dan merupakan TPK tertinggi dibanding kelas hotel berbintang yang lainnya. Sedangkan TPK terendah pada Juni 2020 yaitu hotel bintang 1 hanya sebesar 12,96 persen.

“Sementara semua hotel bintang 5 selama Juni 2020 di Kepulauan Riau tidak menerima tamu,” katanya.

Sebagaimana diketahui, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Kota Batam tercatat sebanyak 1.785 orang sepanjang Juni 2020, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam.

Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 0,72 persen jika dibandingkan jumlah wisman pada bulan sebelumnya, di mana pada wisman Mei 2020 tercatat sebanyak 1.798 wisman berkunjung ke Batam.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, kunjungan wisman Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 98,98 persen.

Penurunan kunjungan turis ke Batam karena masih berlanjutnya Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia melalui Menkumham RI yang berlaku sejak 2 April 2020 akibat wabah Covid-19, sehingga dampaknya sangat besar terhadap industri pariwisata Kota Batam. (ger)

More articles

spot_img

News Update