4 Era Penting dalam 1500 Tahun Sejarah Hagia Sophia

Must read

ISTANBUL, NAGOYAnews.net – Bangunan bersejarah Hagia Sophia di Istanbul, Turki, ramai diperbincangkan sepanjang Juli 2020. Bangunan berusia 1500 tahun itu menjadi saksi masa pemerintahan yang berubah seiring perkembangan zaman.

Pemandu wisata Istanbul, Turki, Tugrul Turnali mengatakan Hagia Sophia telah menjadi simbol penting bagi Kristen Ortodoks dan Muslim selama berabad-abad, sekaligus menjadi warisan kebudayaan bagi Negara Turki.

Baca juga: Uni Eropa Masuk Jurang Resesi, Ekonomi Minus 11,9 Persen

“Selama 1,5 abad sejak didirikan, Hagia Sophia telah beralih fungsi seiring dengan empat era kekuasaan yang berbeda,” kata Tugrul dalam wisata virtual ‘The Secret of Hagia Sophia’ pada Kamis, 30 Juli 2020.

Hagia Sophia, menurut dia, bukan sekadar arsitektur bermuatan sejarah, namun juga ikon kekuasaan dan simbol kepercayaan. Secara singkat, Hagia Sophia telah melalui empat era kepemimpinan penting, yang sekaligus mengubah fungsi utama dari landmark di kota yang dahulu bernama Konstantinopel ini.

Berikut empat era penting dalam 1500 tahun berdirinya Hagia Sophia:

Abad ke-3: Era Kekaisaran Bizantium
Hagia Sophia sebagai gereja dan katedral

Awalnya, Hagia Sophia atau dalam bahasa Turki disebut Ayasofya, dibangun sebagai basilika bagi Gereja Kristen Ortodok Yunani. Kekaisaran Bizantium, Constantinus, kemudian membangun Hagia Sophia pada 360 Masehi sebagai gereja Ortodoks.

Selama beberapa abad, bangunan ini digunakan sebagai gereja dan katedral, serta mengalami beberapa kali pembangunan, hingga fondasi seperti saat ini. Gempa bumi pada 1344 menghancurkan struktur bangunan. Dan untuk sementara, Bizantium menutup area tempat ibadah selama beberapa waktu.

Tahun 1453: Era Kesultanan Ottoman
Hagia Sophia menjadi masjid

Era Kekaisaran Bizantium berakhir pada 1453 setelah ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II dari Kekaisaran Ottoman. Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel dan mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid.

Saat itu, berbagai ornamen keagamaan Kristen ditutupi dan ditambahkan dengan kaligrafi-kaligrafi besar dari seniman ternama pada masa itu, Kazasker Mustafa Izzet. Bangunan pun direnovasi kembali dan ditambahkan dengan mihrab dan empat menara besar di luar bangunan.

Tahun 1934: Era Kepemimpinan Kemal Ataturk
Hagia Sophia menjadi museum

Kekaisaran Ottoman akhirnya tumbang dan muncullah Turki sebagai sebuah negara republik. Bergantinya sistem pemerintahan ini, sekaligus mengubah fungsi Hagia Sophia dari masji menjadi musem. Perubahan itu digagas oleh Presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Restorasi mosaik pun dilakukan, sehingga dua ornamen dan kebudayaan dari dua agama besar di dunia tampak berdampingan di area Hagia Sophia. Sebab itu pula, sejak 1985 bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.

Tahun 2020: Era Kepemimpinan Erdogan
Hagia Sophia menjadi masjid

Pada 2020, Hagia Sophia kembali menorehkan kisah baru, dengan kembali beralih fungsi menjadi masjid. Di masa pemerintahan Presiden Erdogan, status Hagia Sophia sebagai museum resmi dicabut. Mulai Jumat, 24 Juli 2020, masyarakat muslim Turki melaksanakan salat Jumat pertama di Hagia Sophia.

“Lebih dari sekedar ikon arsitektur, selama beraba-abad Hagia Sophia telah menjadi saksi dari suksesi berbagai rezim dan menyimpan banyak kisah yang mungkin hanya sedikit dari kita yang memahaminya,” kata Tugrul. “Apapun peran dan fungsi yang ditetapkan pada bangunan ini, Hagia Sophia akan selalu memiliki daya tarik tersendiri.” (arg)

Sumber: tempo.co

More articles

spot_img

News Update