Melawan saat Ditangkap, Polisi Tembak Dua Residivis Curat

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Dua revisidis kasus pencurian dengan pemberatan (curat), MSS dan FTS terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas di kakinya. Kedua ditembak karena berusaha kabur saat akan ditangkap, Senin (27/7/2020).

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan polisi dari salah seorang korban. Di mana pada Rabu (15/7/2020) saat berada di tempat kerjanya mendapatkan SMS notifikasi internet banking, bahwa dari rekeningnya telah dilakukan tiga kali penarikan uang tunai.

Dikarenakan korban merasa tidak ada melakukan transaksi apapun, selanjutnya korban menuju ke rumahnya di Perumahan Mediterania, Batam Centre. Saat tiba di rumah, didapati pintu rumahnya dalam keadaan terbuka dan barang-barang milik korban berupa satu unit kamera Canon, laptop, handphone dan dokumen-dokumen serta uang tunai sudah tidak ada.

Baca juga: Bisnis Prostitusi Online di Batuaji, Pelajar Bertarif Rp500 Ribu Sekali Kencan

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp30 juta,” ujarnya saat ekspose di Mapolda Kepri, Selasa (28/7/2020).

Dari laporan korban, polisi melakukan proses penyidikan terhadap tempat ditariknya uang korban. Setelah dilakukan penelusuran didapati fakta dari CCTv yang berada di ruang ATM. Dari hasil pemeriksaan didapati dua orang ciri-ciri pelaku.

Setelah dilakukan identifikasi kedua pelaku merupakan residivis yang sejak beberapa tahun belakangan melakukan pencurian dengan pemberatan di 40 TKP di seputaran wilayah Kota Batam.

“Dan tujuh laporan polisi atas kejahatannya dilaporkan ke pihak kepolisian,” kata Arie.

Mendapatkan informasi tersebut, Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Dan pada Senin (27/7/2020) tepatnya di Food Court Avava Jodoh, Jodoh polisi berhasil menangkap MSS dan FTS.

Modus Operandi yang dilakukan komplotan ini dengan memantau rumah atau kos-kosan dan memperhatikan jam-jam tempat tersebut kosong ditinggal oleh penghuninya.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah beberapa buah obeng, kunci gembok, pisau, tang, gunting seng, kunci motor serta kunci rumah, beberapa kartu ATM, kartu identitas diri pelaku, satu unit sepeda motor, beberapa unit handphone, dan dua laptop.

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 9 tahun dan tindak pidana pertolongan jahat (Penadah) pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. (esp)

More articles

spot_img

News Update