Wednesday, August 10, 2022

Irma Tazkiyya, WNI yang Berhasil Naik Haji di Tengah Pandemi

Must read

MEKKAH, NAGOYAnews.net – Salah seorang dari dua warga negara Indonesia yang terpilih untuk bisa mengikuti ibadah haji tahun ini, di antara banyak pendaftar melalui online menyebut pengalamannya sebagai ‘berkah dan panggilan Allah’.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, Arab Saudi melarang jemaah haji internasional di tengah pandemi COVID-19, dengan jumlah yang ikut tahun ini dibatasi hanya 10.000 orang, sementara tahun lalu sekitar 2,5 juta.

Baca juga: Cegah COVID-19, Jalur Tawaf di Sekitar Kabah Dipasang Rambu Jaga Jarak

Dari 10.000 calon jemaah, 70 persen di antaranya adalah warga dari 160 negara yang bermukim di Saudi dan mereka perlu mendaftarkan diri secara online, disaring oleh Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi.

Sementara 30 persen lainnya adalah warga Saudi sendiri dan diutamakan adalah tenaga kesehatan dan keamanan yang bekerja menangani pandemi COVID-19.

Dua WNI yang terpilih, menurut keterangan dari Konsulat Jendral Indonesia dan KBRI adalah seorang guru sekolah Indonesia di Riyadh dan seorang ibu rumah tangga di Jeddah.

Salah seorang di antaranya, Irma Tazkiyya, saat ini berada di hotel di Mekah, mengikuti masa karantina empat hari yang ditetapkan oleh Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi, bersama dengan warga dari 160 negara yang terpilih melalui sistem pendaftaran daring.

“Saya sangat bersyukur banget, bisa diterima di haji tahun ini. Masya Allah, segala fasilitas, service selama karantina, bangus banget. Kita ditempatkan satu kamar satu orang, makanan selalu diantar, kalau butuh sesuatu tinggal telepon,” kata Irma melalui suaminya Afnan Firdaus.

“Ada tenaga medis di bawah yang stand-by bantu kita untuk masalah kesehatan. Tinggal telepon, tenaga medis akan datang. Masya Allah tabarakallah. Selama karantina di hotel, Alhamdulilah semua sangat memuaskan,” tuturnya.

Ia menambahkan mereka dibagi per 20 orang yang terdiri dari beberapa negara. Menurut keterangan dari KBRI di Riyadh, dan juga Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah, ada dua WNI yang terpilih untuk mengikuti haji tahun ini. Seorang lainnya adalah seorang guru pria di Sekolah Indonesia Riyadh.

“Berkah dan panggilan Allah SWT”

Arab Saudi mengumumkan mereka yang terpilih untuk mengikuti ibadah haji yang sangat terbatas ini pada 22 Juli lalu, tanpa ada penjelasan mengapa dipilih ataupun ditolak.

Bagi Irma – yang baru pertama kali ini melakukan ibadah haji – saat diumumkan terpilih sempat “berlinang” karena sama sekali tidak mengira.

“Ini semua “berkah dan panggilan Allah SWT” pada saat pandemi virus corona,” kata Irma melalui suaminya Afnan.

“Istri saya terus terang matanya berlinang menceritakan bahwa dirinya terpilih jadi calon haji tahun ini, sambil berharap saya mengizinkan untuk ikut dan membayar biaya yang dikenakan, yang sebenarnya dari awal sudah saya infokan kalau biayanya terlampau tinggi, saya tidak siap mengingat kondisi keuangan yang lagi timpang,” kata Afnan kepada wartawan BBC News Indonesia, Endang Nurdin.

“Yang bikin lebih terharu lagi buat saya khususnya karena ternyata haji kali ini gratis, padahal dari awal sempat tersiar info bahwa kisaran biaya antara 7.000 riyal sampai 13.000 riyal (Rp27 juta sampai Rp50 juta), tergantung pada fasilitas yang dipilih,” tambah Afnan yang bekerja di Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah.

“Dan ternyata tidak dipungut biaya apapun, bahkan tes swab pun tidak dipungut biaya.”

“Bisa terpilih atau tidak semua murni keberuntungan karena dari awal sudah diinfokan kalau haji tahun ini benar-benar terbatas dan diutamakan kepada tenaga medis dan tenaga keamanan di Saudi yang telah berjuang melawan Covid-19.”

“Jadi sebenarnya istri saya iseng-iseng saja untuk daftar, begitu juga kebanyakan orang karena menyadari presentasi terpilih begitu kecil,” tutupnya. (arg)

Sumber: viva.co.id

More articles

spot_img

News Update