Pengusaha Handphone PS Ditangkap Bea Cukai Jakarta, Ini Barang Bukti yang Sita Petugas

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta mengungkap kasus penyelundupan handphone ilegal dengan menangkap pengusaha berinisial PS.

Dari data yang dirilis Kanwil Bea Cukai Jakarta di akun instagram, tersangka penyelundup 190 ponsel ilegal berbagai merek tersebut sangat mirip dengan pengusaha handphone asal Batam, Putra Siregar.

Barang bukti handphone dan berkas yang disita Kanwil Bea Cukai Jakarta dari pengusaha PS. (Photo: instagram kanwil bea cukai jakarta)
Barang bukti handphone dan berkas yang disita Kanwil Bea Cukai Jakarta dari pengusaha PS. (Photo: instagram kanwil bea cukai jakarta)

Baca juga: Isdianto Resmi Jabat Gubernur Kepri

Selain 190 handphone berbagai merek, bea cukai juga mengamankan barang bukti uang tunai hasil penjualan sebesar Rp61.300.000, serta menyita uang tunai Rp500 juta, rumah senilai Rp1,15 miliar dan rekening bank Rp50 juta dari tersangka sebagai jaminan pembayaran pidana denda.

Dari foto-foto yang diunggah di akun instagram Kanwil Bea Cukai Jakarta, tampak dengan jelas wajah PS yang sangat mirip dengan pengusaha handphone asal Batam, Putra Siregar.

Lalu ada barang bukti ratusan merek ponsel dan bundelan berkas yang bertuliskan “penyerahan barang bukti tindak pidana kepabeanan.

Petugas Kanwil Bea Cukai Jakarta menghitung uang yang disita dari pengusaha handphone PS. (Photo: instagram kanwil bea cukai jakarta)
Petugas Kanwil Bea Cukai Jakarta menghitung uang yang disita dari pengusaha handphone PS. (Photo: instagram kanwil bea cukai jakarta)

Kemudian foto petugas bea cukai yang menghitung uang yang disita dari pengusaha PS yang merupakan hasil penjualan handphone.

Kasus penyelundupan ponsel ilegal yang diungkap Kanwail Bea Cukai Jakarta ini kemudian dilakukan tahap II (penyerahan barang bukti dan tersangka) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur pada Kamis (23/7/2020).

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. (arg)

Berikut isi postingan di akun Kanwil Bea Cukai Jakarta:

Bea Cukai secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal. Pada hari Kamis, tanggal 23 Juli 2020, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal.

Nah Sobat K’Jak, yuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berbelanja meski diiming-imingi dengan harga yang murah. Jangan sampai Sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produk #legalitumudah kok.

More articles

spot_img

News Update