Wednesday, August 17, 2022

Luhut Minta Perbankan Longgarkan Permodalan UMKM

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan salah satu persoalan UMKM di Indonesia yang kerap terjadi. Ia mengaku banyak pelaku UMKM tidak mendapat permodalan karena proses administrasi yang kurang praktis.

“Banyak pelaku UMKM enggak dapat pinjaman modal karena proses administrasi,” katanya dalam Webinar launching Digiku, Jumat (17/7).

Luhut menambahkan dengan persoalan tersebut membuat penyerapan permodalan masih rendah. Untuk itu ia mengimbau kepada perbankan untuk melonggarkan proses administrasi untuk memperlancar penyerapan permodalan.

Baca juga: Catherine Wilson Ditangkap Polisi, Diduga Terkait Narkoba

“Kami imbau perbankan melonggarkan proses administrasi. Perlu inovasi. Jangan buat aturan yang mengikat diri sendiri,” katanya.

Luhut sekaligus memperkenalkan program pemerintah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Program digital, atau Digiku (Digital Kredit UMKM) ini merupakan inovasi penyaluran bantuan modal finansial senilai Rp 4,2 triliun kepada 1 juta unit UMKM dalam ekosistem digital.

Dia menyebut, program ini selaras dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI). Melalui Digiku, pemerintah bersama Himbara juga menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk saling bekerja sama memfasilitasi UMKM dengan fasilitas digital lending.

“Ini bentuk nyata bahwa Himbara selalu hadir untuk UMKM, melalui inovasi program Digiku, bantuan modal finansial senilai Rp 4,2 triliun akan disalurkan bagi 1 juta unit UMKM yang ada dalam ekosistem digital,” kata Luhut.

Saat ini perbankan telah melakukan pelonggaran kredit kepada nasabah yang terdampak pandemi. Kelonggaran tersebut dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Maret lalu. (esp)

Sumber: kumparan.com

More articles

spot_img

News Update