RCW Kepri Laporkan Dugaan Korupsi Bansos Corona Pemko Batam Tahap II ke KPK

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Riau Corruption Watch (RCW) Kepri melaporkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) sembako corona Pemko Batam tahap II ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/7/2020).

Ketua RCW Kepri, Mulkan mengatakan, laporan kasus dugaan bansos sembako corona Pemko Batam tahap II ke lembaga anti rasuah ini karena ada indikasi kelebihan harga dari selisih pagu anggaran yang ada sesuai tercantum di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Batam.

Surat RCW Kepri melaporkan kasus dugaan korupsi bansos sembako corona Pemko Batam tahap II ke Gedung KPK Jakarta, Jumat (10/7/2020). (Photo: RCW Kepri untuk nagoyanews.co.id)
Surat RCW Kepri melaporkan kasus dugaan korupsi bansos sembako corona Pemko Batam tahap II ke Gedung KPK Jakarta, Jumat (10/7/2020). (Photo: RCW Kepri untuk nagoyanews.co.id)

Baca juga: Empat Tahun PAD Batam Tak Capai Target, Ini Alasan Rudi

Dari paket bansos corona yang dibagikan Pemko Batam kepada masyarakat, berisi beras 10 kg, minyak goreng 3 liter, dan mie instan 1 dus. Harga paket bantuan ini disebut senilai Rp300 ribu.

Berdasarkan hasil kroscek RCW Kepri untuk harga beras 10 kg seharga Rp130 ribu, minyak goreng 3 liter seharga 30 ribu dan mie instan seharga Rp90 ribu. Total harga Rp250 ribu. Sehingga ada selisih harga Rp50 ribu per paket.

Jumlah paket sembako corona Pemko Batam tahap II disebutkan ada sebanyak 284.222 paket. Sehingga total ada selisih Rp14.236.100.000.

“Jadi ada dugaan kerugian negara sebesar Rp14.236.100.000,” ujarnya kepada NAGOYAnews.net.

More articles

spot_img

News Update