Dihantui Ketidakpastian, Ramalan Sri Mulyani Tentang Ekonomi Indonesia

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Ramalan atau proyeksi perekonomian pada 2021 dihantui banyak ketidakpastian. Hanya satu yang pasti, adalah ketidakpastian itu sendiri.

Dampak Covid-19 membuat ekonomi Indonesia hancur lebur. Tidak ada yang mengetahui mengenai kapan akan berakhir.

Gelombang pertama covid-19 mungkin belum usai sampai detik ini, belum lagi gelombang yang kedua atau mungkin ketiga, dan (jangan sampai) keempat.

Inti dari Covid-19 adalah vaksin. Produksi vaksin diharapkan mengurangi dampak negatif dari Covid-19.

Baca juga: Hijazi Beri Kuliah Umum Online Mahasiswa Unrika Batam

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan pembahasan mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2021 mengatakan, hampir semua negara dipusingkan oleh Covid-19 karena ketidakpastian ini, maka seluruh negara terus akan mencoba untuk mengelola Covid ini melalui berbagai policy. Mulai dari yang sifatnya ekstrem seperti lockdown atau shutdown dari sisi aktivitas sampai kepada yang sifatnya limitatif yaitu pergerakan sosial yang dibatasi.”

“Ketidakpastian inilah yang masih perlu untuk kita pertimbangkan dan perhatikan dalam mengelola ekonomi kita tahun ini dan tahun depan,” papar Sri Mulyani.

Ia mengatakan, outlook dari perekonomian tahun 2020 adalah pada kisaran -0,4% hingga 1% karena di kuartal keduanya sudah pasti ekonominya mengalami kontraksi.

More articles

spot_img

News Update