Bripka Penda, Polisi Jadi Guru Ngaji dan Spritual Tahanan

Must read

TASIKMALAYA, NAGOYAnews.net – Bripka Penda Sugara, anggota Polres Tasikmalaya menjadi sosok inspiratif bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke 74.

Selain anggota Polri, ia merupakan guru ngaji sekaligus spiritual para tahanan yang menjalani proses hukum di kepolisian.

Enam hari selama sepekan, polisi berpangkat bripka ini mengajar ngaji pelaku kejahatan yang baru masuk bui. Pembelajaran dilakukan dalam ruang tahanan Polres Tasikmalaya menjelang Zuhur.

Selain ilmu tajwid, Penda juga mengajarkan ilmu Qiroat atau seni baca Al-Quran, tahfid Quran hingga ceramah agama untuk tahanan. Tak jarang, banyak tahanan lansia yang tidak bisa mengaji akhirnya hafal ayat suci Al-Quran sampai fasih bacaan solat.

“Saya bisa ngaji sedikit pak, ingin manfaat hidup yang singkat ini. Saya coba belajar bareng sama tahanan. Yah ilmu tajwid, lagam samah hafalan ayat suci,” ucap Bripka Penda Sugara, anggota Polres Tasikmalaya ditemui di kantornya, Selasa (30/8/2020) seperti dilansir dari detik.com.

“Yah suka dukanya, memang beda latar belakang para tahanan. Ada yang bisa ngaji ada yang sama sekali nggak bisa ngaji. Kita selalu sabar saja niatnya ibadah ikhlas pak, harapan saya mereka nanti keluar akan dapat hidayah,” jelas Penda.

Kehadiran Bripka Penda Sugara membuktikan, anggota polisi bisa jadi sosok panutan untuk masyarakat tak terkecuali pelaku kejahatan. Para tahanan Polres Tasikmalaya mampu berubah menjadi lebih baik hanya dalam waktu singkat. Mereka menyadari kesalahan yang telah diperbuat hingga berusaha insyaf serta mendalami ilmu agama.

“Alhamdulillah ada Bripka Penda. Yang dengan ikhlas ajari ngaji tahanan. Mereka kan keras keras tahanan ini. Banyak juga yang gak bisa ngaji sama sekali. Tapi di tangan Penda mereka ada yg hafal juz amma dan fasih bacaan solat”, Ucap Kompol Cucu Juhana, Kabag Ops Polres Tasikmalaya, Rabu (01/72020).

Selain itu, Kasat Tahti Iptu Sukiran menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya dalam memberikan pencerahan dan pengetahuan agama kepada para tahanan. Kegiatan agama ceramah rutin dilakukan setiap sepekan sekali.

“Kita bekerjasama dengan Kemenag, memberikan pemahaman tentang akhlak dan budi pekerti. Kita berikan waktu setiap hari rabu, ” kata Sukiran Rabu (1/7/2020). (esp/dtk)

Sumber: detik.com

More articles

spot_img

News Update