Empat Pejabat Bea Cukai Batam Tersangka Kasus Impor Kontainer Tekstil

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat orang pejabat aktif Bea Cukai Batam dan seorang swasta sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi importasi tekstil bea dan cukai pada 2018-2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, kelima tersangka tersebut yakni Mukhamad Muklas selaku Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai (PFPC) pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam.

Kemudian Dedi Aldrian, Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) III pada KPU Bea dan Cukai Batam dan Hariyono Adi Wibowo, Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) I pada KPU Bea dan Cukai Batam.

Baca juga: Menuju Pilkada Batam, Hijazi: Tak Ada Mahar dari Partai Golkar

Selanjutnya Kamaruddin Siregar selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II pada KPU Bea dan Cukai Batam.

“Dan terakhir Irinto selaku Pemilik PT Fleming Indo Batam dan PT. Peter Garmindo Prima,” kata Heri, Rabu (24/6/2020).

Tim penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan lima orang ini sebagai tersangka dalam kasus importasi tekstil bea dan cukai tahun 2018-2020.

More articles

spot_img

News Update