Pilkada 2020, Ketua KPU: Petugas Tak Pakai APD Kena Sanksi

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memulai kembali tahapan Pilkada Serentak 2020 pada 24 Juni dengan jadwal verifikasi faktual pasangan calon perseorangan.

Selama tahapan itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan petugas KPU untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kalau itu (anggaran) sudah masuk maka besok sudah mudah-mudahan bisa digunakan untuk membeli perlengkapan, karena Pak Abhan (Ketua Bawaslu) beserta timnya sudah itu memberi warning kira-kira kepada KPU kalau tidak menggunakan APD, karena sudah diatur oleh KPU itu diberi sanksi bertahap,” kata Ketua KPU Arief Budiman, di Kantor Bawaslu RI, yang disiarkan secara daring di Youtube Bawaslu RI dilansir dari detik.com, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Dukungan Terus Mengalir, Hijazi Makin Mantap Menuju Pilkada Batam

Arief menuturkan bagi petugas pemilu yang tak memakai APD bisa mendapatkan sanksi karena telah diatur KPU agar pelaksanaan Pilkada sesuai protokol COVID-19. Sanksi pertama berupa peringatan, sanksi kedua administratif, sanksi ketiga pidana.

“Saya itu khawatir kalau teman-teman tidak memakai APD sanksinya pidana ini saya pikir kita perlu hati-hati. Apalagi saya juga baru mendengar tadi teman-teman Bawaslu SP SABA-nya belum ada. Kalau KPU nanti melakukan verifikasi faktual pakai APD lah bagaimana teman-teman Bawaslu nanti, bisa-bisa kena sanksi peringatan, administratif, dan pidana. Jadi ini mohon kita semua sangat berhati-hati dengan ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan jika sampai besok (24/6) KPUD belum mendapatkan APD, KPU telah mengatur beberapa skenario. Pertama yaitu membeli APD menggunakan APBN, kedua bila APBN belum dapat dicairkan maka menggunakan APBD.

“Kalau APBN belum bisa dicairkan maka beli menggunakan APBD. Pertama revisi anggaran bersama dengan pemerintah daerah, atau melakukan revisi internal. Jadi mungkin ada beberapa anggaran yang bisa dilakukan langsung revisi hanya persetujuan dari KPA-nya kalau begitu gunakan dengan itu,” kata Arief.

More articles

spot_img

News Update