Ada 229 Kasus, Batam Tertinggi Kasus DBD di Kepri

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Pandemi covid 19 masih mengancam penduduk dunia, termasuk Indonesia. Selain corona, di saat musim penghujan saat ini, masyarakat juga perlu berhati-hati terkena penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mencatat periode Januari hingga Mei 2020 dilaporkan ada sebanyak 480 kasus DBD di Kepri, dan seorang di antaranya meninggal dunia.

“Kasus tertinggi ada di Batam, ada 229 kasus,” kata Kepala Dinkes Kepri, Tjejep Yudiana, Jumat (19/6/2020).

Selanjutnya Kota Tanjungpinang 108 kasus, Karimun 91 kasus, Bintan 20 kasus, Lingga 15 kasus, Natuna 11 kasus dan Anambas 8 kasus.

Baca juga: Update Covid 19 Batam Kamis (18/6/2020): Tambahan Dua Pasien Positif Corona

Menurut dia, kasus DBD di Kepri meningkat signifikan sehingga masyarakat diimbau senantiasa menerapkan pola hidup sehat. “Jaga kebersihan lingkungan mencegah nyamuk berkembang biak. Apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan,” ujarnya.

Tjejep menambahkan, jika ada seseorang di keluarga terserang panas sebaiknya jangan diabaikan atau melakukan penanganan sendiri. Dan sesepatnya dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Gejala DBD ini diawali demam panas. Makanya harus dipastikan dulu sebelum terlambat,” katanya.

Sepanjang tahun 2019 lalu, Dinkes Kepri mencatat ada sebanyak 900 kasus DBD di Kepri, dan 13 di antaranya meninggal dunia. (ger)

Sumber: antaranews.com

More articles

spot_img

News Update