Tuai Polemik, PBNU Minta DPR Hentikan Proses Legislasi RUU HIP

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang merupakan usulan DPR menuai polemik. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak DPR segera menghentikan proses legislasi RUU HIP.

“Sebaiknya proses legislasi RUU HIP dihentikan dan seluruh komponen bangsa memusatkan energinya untuk keluar dari pandemi dan berjuang memulihkan perekonomian nasional,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2020).

Ia mengatakan, Pancasila sebagai kesepakatan final tidak membutuhkan penafsiran lebih luas atau lebih sempit dari penjabaran yang sudah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 beserta situasi batin yang menyertai rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945.

Baca juga: Tolak RUU HIP, MUI Curigai Ada Oknum Ingin Bangkitkan Komunis

“RUU HIP dapat menguak kembali konflik ideologi yang bisa mengarah kepada krisis politik. Anyaman kebangsaan yang sudah dengan susah payah dirajut oleh founding fathers bisa terkoyak kembali dengan rumusan-rumusan pasal RUU HIP yang polemis,” kata Kiai Said dilansir dari nu.or.id.

PBNU juga menyatakan bahwa tidak ada urgensi dan kebutuhan sama sekali untuk memperluas tafsir Pancasila dalam UU khusus. Pancasila sebagai Philosophische Grondslag dan Staatsfundamentalnorm, katanya, merupakan pedoman yang mendasari platform pembangunan nasional.

Menurutnya, jika dirasakan terdapat masalah mendasar terkait pembangunan nasional di bidang demokrasi politik Indonesia, maka jalan keluarnya adalah reformasi paket UU bidang politik (legislative review).

More articles

spot_img

News Update