Wednesday, August 10, 2022

Program PEN, Skenario Pemerintah Ciptakan Kondisi Masyarakat Aman dan Produktif Covid-19

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Semenjak awal Covid-19 merebak di Indonesia, Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya serius yang komprehensif. Salah satunya dengan mengeluarkan landasan hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No. 1 Tahun 2020 sebagai payung hukum untuk mengambil langkah-langkah cepat dan luar biasa serta terkoordinasi untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Berlandaskan PERPPU ini, pemerintah telah memberikan dukungan fiskal untuk penanganan pandemi Covid-19. Total dukungan fiskal Rp 686,20 triliun akan dialokasikan untuk program kesehatan sebesar Rp87,55 triliun dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp598,65 triliun.

Baca juga: FORPPI Minta Pemko Batam Stop Izin Baru Alfamart dan Indomaret

Dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencakup: (1) Perlindungan Sosial (Rp203,90 triliun), (2) Insentif Usaha (Rp 120,61 triliun), (3) Dukungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM (Rp123,46 triliun), (4) Pembiayaan Korporasi (Rp44,57 triliun), dan (5) Dukungan Sektoral K/L dan Pemda (Rp106,11 triliun).

Program PEN bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha (di sektor riil dan sektor keuangan yang meliputi UMKM, perusahaan besar/korporasi dan koperasi yang kegiatan usahanya terdampak pandemi Covid-19) dalam menjalankan bisnisnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, bahwa Program PEN akan dijalankan melalui lima mekanisme, yakni Penempatan Dana, Penjaminan, Penyertaan Modal Negara, Investasi Pemerintah dan Belanja Negara.

More articles

spot_img

News Update