Program PEN, Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp123,46 Triliun untuk UMKM

Must read

JAKARTA, NAGOYAnews.net – Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No. 1 Tahun 2020, yang kemudian menjadi Undang-Undang No.2 tahun 2020, sebagai payung hukum untuk mengambil langkah-langkah cepat dan luar biasa serta terkoordinasi untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kominfo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Halal Bihalal Virtual Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Kamis (11/6/2020) di Jakarta, menjelaskan bahwa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dijalankan melalui lima mekanisme, yakni Penempatan Dana, Penjaminan, Penyertaan Modal Negara, Investasi Pemerintah dan Belanja Negara.

” Pemerintah telah memberikan dukungan fiskal untuk penanganan pandemi Covid-19 yang totalnya mencapai Rp 686,20 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk program kesehatan sebesar Rp87,55 triliun dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp598,65 triliun “, kata Hartatro.

Lebih lanjut Hartarto mengatakan bahwa Program PEN bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha (di sektor riil dan sektor keuangan yang meliputi UMKM, perusahaan besar/korporasi dan koperasi yang kegiatan usahanya terdampak pandemi Covid-19) dalam menjalankan bisnisnya.

Hartarto memaparkan, dana Program PEN antara lain untuk Perlindungan Sosial (Rp203,90 triliun), Insentif Usaha (Rp 120,61 triliun), dukungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM (Rp123,46 triliun), Pembiayaan Korporasi (Rp44,57 triliun), serta dukungan Sektoral K/L dan Pemda (Rp106,11 triliun).

” Untuk UMKM pemerintah akan memberikan program subsidi bunga ultra mikro dan UMKM. Subsidi bunga ini akan dianggarkan sebesar Rp35,28 triliun yang ditargetkan kepada 60,66 juta rekening “, kata Hartarto. (ger)

Sumber: warnamediabali.com/kominfo

More articles

spot_img

News Update