Lima Pedagang Positif Corona, Belum Ada Penutupan Pasar di Batam

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Lima pedagang di Batam positif corona. Meningkatnya pedagang yang tertular virus corona ini, namun Pemko Batam belum ada rencana untuk melakukan penutupan pasar di Batam.

Penularan ini berasal dari kasus pedagang yang tertular di Pasar Toss 3000 Jodoh. Tak hanya sesama pedagang di pasar tersebut, pelanggan yang juga merupakan pedagang sayur keliling di kawasan Tiban juga terjangkit virus ini.

Pemko Batam sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan di sejumlah tempat mencegah penularan covid 19, termasuk di pasar.

“Bukan di Pasar Toss 3000 saja, tapi semua pasar. Sudah saya bilang ke Gustian (Kepala Disperindag Batam, dibuat social distancing,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kamis (11/6/2020).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Batam bahkan telah memanggil pengelola pasar untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan jaga jarak antar pedagang.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Batam merilis empat pasien positif corona baru, Kamis (11/6/2020). Satu dari empat pasien merupakan pedagang di Pasar Tos 3000 Jodoh.

Pasien tersebut, seorang laki-laki berinisial AS (42) pedagang Pasar Toss. 3000 Jodoh, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 167 Kota Batam.

Yang bersangkutan adalah rekan sesama pedagang dengan terkonfirmasi nomor 151. Pada tanggal 28 Mei 2020 Tim Penanganan Covid-19 Lubuk Baja melakukan RDT secara random/acak bagi para pedagang dan diperoleh hasil yang bersangkutan non reaktif, namun mengingat yang bersangkutan merupakan close contact dengan temannya yang terkonfirmasi tersebut maka selanjutnya diedukasi untuk melaksanakan karantina mandiri di rumahnya.

Kemudian pada tanggal 04 Juni 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama dimana hasilnya diketahui pada tanggal 09 Juni 2020 dengan terkonfirmasi negatif. Sehari sebelum diterimanya hasil swab pertamanya, yaitu pada tanggal 08 Juni 2020 telah dilakukan kembali pengambilan spesimen untuk pemeriksaan swab tenggorokan yang kedua dimana hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sedangkan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Batam pada, Rabu (10/6/2020) bertambah enam pasien. Tiga di antaranya pedagang di Pasar Tos 3000, dan pedagang sayur yang biasa berbelanja di Pasar Tos 3000 Jodoh.

Pertama perempuan berinisial UK (47) penjual sayur di Pasar Toss. 3000 Jodoh, warga Kampung Tanjung Uma Kelurahan Tanjunguma. Ia merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 162 Kota Batam, sehubungan hasil tracing pada kasus terkonfirmasi positif nomor 146 & 151 yang banyak melakukan aktivitas di Pasar Toss 3000.

Puskesmas Lubukbaja melakukan RDT secara random kepada para pedagang di pasar tersebut dengan hasil yang bersangkutan dinyatakan reaktif. Berdasarkan kondisi demikian maka dilakukanlah pemeriksaan lebih lanjut kepadanya dengan melakukan pengambilan swab tenggorakan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Lalu seorang perempuan berinisial AbrS (48) penjual sayur di Pasar Toss 3000 Jodoh, warga Tanjunguma dan merupakan kasus baru Covid-19 nomor 163, sehubungan hasil tracing pada kasus terkonfirmasi positif nomor 146 & 151 yang banyak melakukan aktifitas di Pasar Toss 3000.

Tim penanganan Covid-19 Puskesmas lubuk Baja pada tanggal 04 Juni 2020 melakukan RDT secara random kepada para pedagang di pasar tersebut dengan hasil yang bersangkutan dinyatakan reaktif. Berdasarkan kondisi demikian maka dilakukanlah pemeriksaan lebih lanjut kepadanya dengan melakukan pengambilan swab tenggorakan yang hasilnya diperoleh terkonfirmasi positif.

Terakhir seorang perempuan berinisial K (64) penjual sayur keliling, beralamat di kawasan rumah toko (Ruko) Gajah Mada Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang merupakan kasus baru Covid-19 nomor 165 Kota Batam.

Sehubungan adanya kegiatan pemeriksaan RDT secara random oleh Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Mentarau Kota Batam pada tanggal 01 Juni 2020 di kawasan Pertokoan Serba 8000 Gajah Mada, untuk yang bersangkutan diperoleh hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan edukasi kepadanya untuk dapat menjalankan karantina di Rusun Tanjung Uncang , selanjutnya dilakukanlah pemeriksaan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 06 Juni 2020 terkonfirmasi negatif.

More articles

spot_img

News Update