Wednesday, August 10, 2022

Rugikan Masyarakat, RCW Kepri Minta Keputusan Wali Kota Batam dan PLN Dianulir

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Masyarakat Batam dirugikan dengan keputusan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan PLN Batam untuk mencicil tagihan listrik, imbas dari membengkaknya tagihan listrik pelanggan bulan Juni 2020.

Dalam rapat yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (9/6), Wali Kota Batam dan PLN Batam sepakat yaitu pembayaran selisih catat meteran secara cicil. Pelanggan diberi waktu sembilan bulan untuk mencicil selisih catat penggunaan listrik tersebut.

“RCW KEPRI minta keputusan sepihak Wali Kota Batam dan PLN Batam harus dianulir karena tidak mencerminkan kemanusiaan, dengan kondisi masyarakat sedang menjerit akibat wabah Covid 19,” kata Ketua RCW Kepri, Mulkan, Kamis (11/6/2020).

Terlebih di saat ekonomi yang sedang menurun dan banyak warga di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). “Apa lagi anak-anak mau daftar masuk sekolah,” katanya.

Menurut dia, seharusnya tagihan listrik yang melonjak naik hingga 100 persen ini tak terjadi jika PLN bekerja secara profesional.

“Tagihan listrik dibayar pelanggan sesuai pencatatan petugas di lapangan, bukan menebak angka. Ini jelas-jelas merugikan masyarakat yang merupakan pelanggan PLN Batam,” kata Mulkan.

RCW Kepri menyerukan kepada masyarakat yang dirugikan akibat masalah ini untuk memboikot keputusan Wali Kota Batam dan PLN Batam secara sepihak ini.

“Karena sebenarnya masalah ini ranah Gubernur dan DPRD Kepri,” katanya. (arg)

More articles

spot_img

News Update