Pak Wali, UMKM Batam Butuh Suntikan Modal Bangkit dari Pandemi

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Pemerintah Indonesia berusaha keras agar sektor ekonomi bangkit kembali di tengah hantaman pandemi Covid 19 saat ini. Pemulihan ekonomi ini tak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

Dari berbagai sektor ekonomi, UMKM menjadi salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, agar bisa bangkit dari keterpurukan setelah tiga bulan terakhir terseok-seok dengan menurunnya perekonomian Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Kepri, Sarifudin Andi Bola mengatakan, pasca pandemi covid 19 dan menjelang penerapan normal baru (new normal) ini UMKM dan koperasi butuh sekali mendapatkan suntikan modal kerja.

“Kami berharap Pemko, Pemkab dan Pemprov peduli nasib ekonomi pelaku ekonomi mikro,” ujarnya, Rabu (10/6/2020).

Menurut dia, sebaiknya pemerintah daerah dapat menggelontorkan modal kerja bagi pelaku usaha mikro dari dana yang bersumber dari retribusi dan pajak-pajak daerah.

“Seperti dana yang bersumber dari PPJU bisa digelontorkan ke modal kerja pelaku usaha mikro,” kata Safarudin.

Uang dari PPJU itu, sambungnya, merupakan uang dari pelaku UMKM juga melalui tagihan listrik yang dibayar setiap bulannya.

“Uang kami juga yang disetorkan melalui PPJU, jadi itu bukan uang pemerintah daerah. Kami berharap wali kota, bupati dan gubenur peka terhadap masyarakatnya,” katanya.

Sarifudin menambahkan, pemerintah daerah jangan tutup mata dengan kondisi yang ada saat ini, dan berharap bisa memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi, serta bagaimana secepatnya ekonomi pelaku usaha mikro bisa mulai bangkit.

“Caranya dengan mengelontorkan dana yang terkumpul dari pajak-pajak kami. Jangan dibuat dana-dana itu buat pencitraan. Harus dibuat stimulus ke pelaku-pelaku usaha mikro agar lebih efektif dan terasa buat masyarakat pelaku usaha mikro,” jelasnya.

Semenjak tiga bulan terakhir ini, kata dia, semua pelaku usaha mikro gulung tikar jadi butuh suntikan dan karena modal kerja telah habis dipakai untuk kebutuhan sehari-hari di saat pandemi.

“Jadi sudah selayaknyalah pemerintah daerah lebih fokus bagaimana me-recovery economi pelaku usaha mikro untuk bisa bangkit kembali dan bisa berusaha,” katanya. (arg)

More articles

spot_img

News Update