Wednesday, August 10, 2022

Beraksi di 25 TKP, Tim Jatanras Polda Kepri Tembak Dua Pembobol Rumah

Must read

NONGSA, NAGOYAnews.net – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri meringkus dua dari tiga pelaku pembobolan rumah di Batam. Kedua pelaku berinisial OBN dan MI terpaksa ditembak petugas di kakinya karena berusaha kabur dan melawan petugas saat akan ditangkapa.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pencurian di kawasan Batuaji dan Sagulung, Kota Batam pada tanggal 5 dan 7 Juni. “Dari penyelidikan, anggota di lapangan berhasil menangkap pelaku OBN,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto di Mapolda Kepri, Senin (8/6/20).

Berdasarkan pengakuan OBN, ia telah beraksi di 25 TKP bersama temannya SP (DPO). Adapun sasaran dari tersangka adalah berbagai jenis barang elektronik seperti handphone dan laptop di sejumlah rumah dan kos-kosan.

Barang hasil curian tersebut dijual oleh tersangka kepada pelaku Inisial MI melalui Inisial ARP. Berikutnya di sekitaran wilayah Kampung Bule, Nagoya, Kota Batam tim kembali berhasil mengamankan MI, sebagai penadah barang curian.

Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri terus melakukan pencarian terhadap tersangka lain, ARP Minggu (7/6/2020)di seputaran wilayah Batuaji, Kota Batam. Selain sebagai pelaku pencurian Inisial ARP juga membantu menjualkan handphone hasil curian.

“Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan mengamati rumah atau kos-kosan yang pintunya tidak dikunci,” kata Harry.

Tersangka masuk kedalam dan mengambil barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah ketika korban sedang lengah. “Jika ketahuan sama korban para tersangka tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan,” jelasnya.

Barang Bukti yang diamankan adalah 16 unit handphone berbagai merek, kamera, notebook merk Acer, tas sandang, dompet merk gucci, uang tunai Rp210.000, obeng, cutter, kawat untuk pembuka gembok/kunci dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio.

“Tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 Tahun dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun,” katanya. (esp)

More articles

spot_img

News Update