Laris Manis di Batam, Beli Ponsel BM Masih Dapat Sinyal

Must read

BATAM, NAGOYAnews – Ponsel ilegal atau Black Market (BM) masih laris manis di Kota Batam, meski pemerintah sudah menerapkan aturan International Mobile Equipment Identity (EMEI) ponsel illegal (black market/BM) per tanggal 18 April 2020 lalu.

Ponsel BM ini masih dapat sinyal dan digunakan, meski sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menyatakan, ponsel ilegal ini tak bisa lagi digunakan.

“Masih (ponsel BM) bisa digunakan,” kata seorang pedagang ponsel di kawasan bisnis Nagoya yang enggan namanya disebutkan, Senin (8/6/2020).

Menurut dia, meski ada penerapan aturan IMEI, ponsel BM masih mendominasi di sejumlah toko ponsel. Ponsel BM ini rata-rata ponsel bermerek dengan harga jual di atas Rp10 jutaan.

Walaupun merupakan barang ilegal, ponsel BM ini barang baru yang didatangkan dari Singapura. “Jadi bukan barang bekas, tapi barang (ponsel) baru semua,” katanya.

Ponsel ini bisa aktif dan dapat digunakan karena telah diaktifkan sebelum pemblokiran IMEI pada 18 April lalu.

“Batam ini banyak barang BM, jadi tetap bisa digunakan walaupun ada pemblokiran dari Kominfo,” ujarnya.

Banyaknya ponsel BM yang bisa tetap bisa aktif dan digunakan ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kominfo Batam Azril Apriansyah. Ia mengatakan, ponsel BM yang tetap bisa digunakan setelah penerapan IMEI per 18 April 2020.

“Kalau di atas tanggal 18 April 2020 tak bisa digunakan, kecuali ponsel-ponsel bekas saja,” katanya.

Disinggung apakah akan ada penindakan dari Dinas Kominfo Batam, ia mengatakan penindakan adalah wewenang Kementerian Komunikasi dan Informasi.

“Kalau ini wewenang Kementerian Komunikasi dan Informasi, bukan Dinas Kominfo Batam,” kata Azril. (ivo)

More articles

spot_img

News Update