Lima Bulan Tak Digaji, Dua ABK Indonesia Sering Dapat Penyiksaan di Kapal China

Must read

KARIMUN, NAGOYAnews.net – Dua anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, Andri Juniansyah (30) dan Renalfi (22) yang bekerja di kapal ikan Lu Qing Yuan Yu 213 berbendera China kerap mendapatkan penyiksaan, dan sejak lima bulan bekerja tak pernah mendapatkan gaji.
“Sudahlah gaji tak dibayar selama bulan, kami juga tak bisa komunikasi dengan keluarga karena handphone kami ditahan kapten kapal,” kata Andri kepada wartawan di Mapolsek Tebing, Karimun usai membuat laporan polisi, Sabtu (6/6/2020).
Ia menambahkan, semua ini berawal saat dirinya mencari pekerjaan melalui seseorang yang mengaku berasal dari agen perusahaan PT. Duta Grup. Pria asal NTB ini dijanjikan bekerja di pabrik tekstil dan baja di Korea dengan upah Rp25 juta hingga Rp40 juta per bulan.
“Gajinya bisa sampai Rp40 juta kalau lembur. makanya tertarik ikut bekerja,” ujarnya.
Namun, dalam perjalannya, Andri dibawa menuju kapal tangkap cumi asal negara China saat berada di Singapura. Ia juga sempat mengeluarkan biaya sebesar Rp50 juta untuk bekerja di Korea.
Ia mengatakan, ada 10 orang ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan China tersebut. Namun delapan lainnya tetap berada di atas kapal karena takut mengambil risiko.
“Kawan-kawan lainnya tak mau ambil risiko. Kami saja yang nekat lompat ke laut karena tak tahan disiksa,” katanya.
Makian kata-kata kasar sudah menjadi makanan sehari-hari, sambungnya, apalagi sampai lambat menjalankan perintah saat bekerja.
“Teman sudah saya ajak semua tapi mereka tidak mau ambil risiko. Mereka hanya berpesan jika bertemu dengan kapal patroli jangan lupa sama mereka,” kata Andri.
Tiga hari sebelumnya, Andri sudah merencanakan untuk melompat dari kapal tersebut saat memasuki wilayah perairan Indonesia.
“Jadi baju keselamatan sama barang-barang yang penting saya bawa, pas sudah dekat perairan Singapura saya berfikir untuk langsung lompat karena sudah dekat pulau-pulau Indonesia,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, penyiksaan Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di kapal bendera kembali terjadi. Kali ini menimpa dua ABK asal Indonesia, Andri Juniansyah (30) dan Renalfi (22). Tak tahan mendapatkan siksaan, mereka akhirnya nekat melompat ke laut, Sabtu (6/6/2020).
Andri merupakan warga Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Renafi berasal dari Medan, Sumatera Utara (Sumut). Keduanya melompat dari kapal Lu Qing Yuan Yu 213 tempat mereka bekerja ke laut di perairan ship to ship internasional, saat kapal berlayar. (tar)

More articles

spot_img

News Update