Gerai Terus Bertambah, Indomaret dan Alfamart Matikan Pedagang Kecil

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Keberadaan toko retail berjaringan Indomaret dan Alfamart semakin mematikan usaha masyarakat dan pedagang kecil di Kota Batam. Gerai-gerai milik Indomaret dan
Alfamart terus bertambah, padahal pada tahun 2016 lalu Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah memerintahkan Gustian Riau, Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM
PTSP) Kota Batam untuk tidak mengeluarkan lagi izin operasi bagi Indomaret dan Alfamart.

Rudi yang kala itu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam menyatakan Pemko Batam hanya memberikan izin operasi sebanyak 15o gerai bagi masing-masing toko retail berjaringan tersebut. Namun
fakta di lapangan berkata lain, sebab setiap tahun Indomaret dan Alfamart terus membangun gerai mereka di seantero Kota Batam.

Sebagai informasi, dalam pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Perdagangan No.70/M-DAG/PER/12/2013 disebutkan: Pelaku usaha dapat mendirikan outlet/gerai toko modern yang dimiliki dan dikelola sendiri (company owner outlet) paling banyak 150 outlet/gerai.

Ketua Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FORPPI) Kota Batam, Muhammad Noer sangat menyayangkan dengan terus bertambah dan menjamur gerai-gerai Indomaret dan Alfamart di Batam.

“Ini sepertinya sudah tidak ikut aturan lagi. Gerai-gerai Indomaret dan Alfamart terus bertambah dan menjamur di Kota Batam,” ujarnya kepada NAGOYAnews.net, Kamis (4/6/2020).

Selain itu, keberadaan Indomaret dan Alfamart juga menyalahi aturan Permendag, karena keberadaannya sangat berdekatan antara satu gerai dengan gerai lainnya. Dan hampir di setiap perumahan dan ruko, dapat ditemukan gerai Indomaret dan Alfamart yang jaraknya sangat berdekatan,

“Kalau saya tidak salah, aturan Permendag itu jaraknya minimal 100 meter. Ini faktanya di lapangan jarak beberapa ruko sudah ada gerai Indomaret dan Alfamart,” kata Noer.

Menjamurnya gerai-gerai Indomaret dan Alfamart ini secara perlahan-lahan mematikan usaha masyakat dan pelaku usaha kecil.

“Kita lihat dari tahun 2026 hingga tahun 2020 ini terus bertambah, dan ini secara otomatis mematikan usaha masyarakat dan pelaku usaha kecil,” tegasnya.

Gerai-gerai Indomaret dan Alfamart terus bertamban, sambungnya, seperti gerai Indomaret di Perumahan Lotus Batam Centre dan Alfamart di Perumahan Orchird Suite.

“Dua gerai ini baru ada di tahun 2020, lebih kurang lima bulan terakhir,” kata Noer.

Menurut dia, meski ada gerai-gerai yang bertambah namun juga ada beberapa gerai Indomaret dan Alfamart yang juga tutup. Namun jumlahnya sangat tak sebanding, sebab lebih banyak bermunculan toko
atau gerai baru di perumahan dan ruko-ruko di Batam.

Menanggapi ini, pihaknya sudah menyurati Wali Kota Batam Muhammad Rudi tetapi tak kunjung ada jawaban. FORPPI Kota Batam juga sudah menyurati DPRD Batam untuk minta dilaksanakan Rapat
Dengar Pendapat (RDP).

“Kami diminta membuat surat baru ke DPRD Batam untuk bisa hearing soal ini. Keluhan pengusaha kecil ini akan terus kami suarakan ke DPRD dan Wali Kota Batam,” katanya. (arg)

More articles

spot_img

News Update