Wednesday, August 10, 2022

Tarif Listrik di Batam Mendadak Tinggi saat Pandemi Corona

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Sejumlah warga Kota Batam, Kepulauan Riau yang merupakan pelanggan Bright PLN mengeluhkan tagihan listrik yang mengalami kenaikan disaat pandemi Covid-19.
Seperti yang diungkapkan Nurkiyah, warga Sekupang yang mengaku tagihan listrik rumahnya mencapai Rp 680 ribu dari sebelumnya hanya Rp 250 ribu per bulan yang dia bayar.
“Saya merasa dirugikan, karena tidak pernah saya bayar setinggi ini, lagipula dirumah juga tidak ada apa-apa,” kata Nurkiyah.
Nur, begitu panggilan akrabnya merasa dengan tagihan yang naik tersebut seakan membunuh secara perlahan konsumen disaat pandemi Covid-19.
“Notabene kondisi saat ini perekonomian pun menjadi lemah,” jelasnya.
Hal yang sama juga dirasa Desi warga Batam Center. Kepada pewarta ia menyebutkan pada bulan April tagihan listrik kontrakan dengan kekuatan 10 ampere mencapai Rp 400 ribu lebih.
“Padahal sebelumnya jika tiba pembayaran tak sampai segitu. Kok tiba-tiba naik gitu ya,” ungkapnya heran.
Ia menyebutkan, jika PLN harus menaikan harga seharusnya juga diawali pemberitahuan, agar masyarakat mengetahui.
“Jangan diwaktu tiba pembayaran tagihan lonjak naik,” harapnya.
Sementara itu Humas Bright PLN Batam, Yoga mengatakan bahwa jika pelanggan ingin menyampaikan komplain soal tagihan sekarang bisa melalui contact centre 123. Mengingat meja pelayanan tidak melayani pelanggan dengan tatap muka guna penerapan physical distancing.
“Jadi bisa gunakan nomor tersebut,” kata Yoga.
Saat dikonfirmasi keluhan, ia membenarkan adanya warga yang mengeluhkan terkait kenaikan tagihan listrik. Namun, terlepas dari itu, pihaknya menyarankan jika pelanggan keberatan dapat menyesuaikan bukti dan menyampaikan koreksi.
“Dapat bisa disesuaikan dengan angka yang di foto dengan angka yang ditagihkan kalau tidak sama pelanggan dapat mengajukan koreksi rekening,” sebut Yoga.
Yoga menyarankan ditengah pandemi wabah corona diharapkan masyarakat dapat hemat mengunakan aliran listrik khususnya saat work from home (WFH).
“Jadi apa bila banyak aktivitas di rumah tentu banyak gunakan listrik. Nah, setidaknya bisa hemat agar tagihan tak begitu berat dibayar,” harapnya.(*)

More articles

spot_img

News Update