Wednesday, August 17, 2022

1.284 JCH Kepri Batal Berangkat ke Tanah Suci

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan Jemaah Calon Haji (JCH) ke Tanah Suci dalam musim haji 2020. Salah satu penyebab keputusan ini diambil adalah karena Arab Saudi tak kunjung memberikan kejelasan. Keputusan ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia.

Tercatat ada sebanyak 221 ribu JCH 2020 batal berangkat dan 1.284 di antaranya merupakan JCH asal Provinsi Kepri.

“Ada 1.284 JCH Kepri yang ditunda keberangkatannya, dan mereka akan diberangkatkan pada musim haji 2021 mendatang,” kata Kepala Seksi Pendaftaran Dokumen dan Sistem Informasi Haji Kanwil Kemenag Kepri, Alikek Said, Rabu (3/6/2020) kepada NAGOYAnews.net.

Adapun JCH yang batal berangkat haji ini terdiri dari 628 JCH Kota Batam, 250 JCH Kota Tanjungpinang, 163 JCH Kabupaten Karimun, 96 JCH Kabupaten Natuna, 44 JCH Kabupaten Lingga, 73 JCH Kabupaten Bintan dan 30 JCH Kabupaten Anambas.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji 2020.

“Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji pada 2020 atau tahun 1441 Hijriah,” kata Menag dalam jumpa pers yang disiarkan langsung melalui YouTube, Selasa (2/6/2020).

Pembatalan pemberangkatan JCH Indonesia ini imbas dari pandemi virus corona yang melanda belahan dunia.

Kebijakan ini diambil karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang belum usai.

“Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M,” tegas Menag.

Sesuai amanat Undang-undang, Menag menyampaikan bahwa selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi.

Pada kesempatan itu, Menag menegaskan bahwa keputusan ini sudah melalui kajian mendalam karena pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah.

”Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan,” ujarnya. (arg)

More articles

spot_img

News Update