Wednesday, August 10, 2022

Penggelapan Mobil yang Dilakukan Perwira Polisi, Kerugian Mencapai hingga Rp 4 Miliar

Must read

TANJUNGPINANG, NAGOYAnews.net – Kasus penggelapan ratusan unit mobil dengan tersangka perwira polisi yang bertugas di Polres Bintan, Iptu Hiswanto Ady ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dengan tersangka Iptu Hiswanto Ady cs sudah diterima Kejati dari Polda Kepri.

Selain Iptu Hiswanto Ady masih ada dua tersangka lainnya yakni Arrahman dan Samsul Bahri.

Kejati sudah menunjukkan dua jaksa untuk meneliti berkas perkara kasus dugaan penggelapan ratusan unit mobil tersebut.

Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Kepri, Arip Zahrulyani menyebutkan, pihaknya menerima SPDP itu pada 18 Mei 2020 lalu.

“Dalam SPDP itu disangka melanggar Pasal 372 dan atau Pasal 378 jo. Pasal 55 KUHP,” kata Arip Zahrulyani, Selasa (2/6/2020).

Ia menjelaskan, didalam SPDP itu menurut salah satu pelapor atas nama Ling Mei dari PT Auto 3000 Batam bahwa mobilnya yang telah dijual tersangka sebanyak 11 unit dari 34 unit yang disewa.

“Kerugiannya mencapai Rp 4 miliar, barang bukti di dalam SPDP yang kita terima ada 27 STNK,” ungkapnya.

Sebelumnya Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan Iptu Hiswanto Ady setelah sejumlah orang melapor sebagai korban penggelapan dan penipuan yang dilakukan olehnya.

Mobil yang digelapkan sedikitnya ada 107 unit mobil, hal ini berdasarkan laporan dari masyarakat sejak 15 Mei 2020 sampai dengan 19 Mei 2020.

Sebanyak 32 unit mobil di antaranya telah berhasil diungkap oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri selama kurun waktu 2×24 jam dan terhadap sisanya 75 unit mobil lainnya masih dalam tahap pengembangan dan pencarian.

Barang Bukti yang diamankan adalah 32 unit Mobil berbagai jenis dan merk keluaran tahun 2016 ke atas, 32 dokumen bukti perjanjian sewa menyewa mobil, 12 dokumen perjanjian sewa menyewa mobil, pakar nomor mobil palsu, kwitansi dan uang tunai Rp 18 juta diduga hasil penjualan mobil.

Kemudian KTP atas nama HA, KTA milik HA, kartu ATM, Stnk mobil Toyota Veloz, beberapa STNK dari kendaraan yang disita, buku tabungan, handphone merk Oppo, dan buku cek bank Mandiri. (tan)

More articles

spot_img

News Update