Wednesday, August 17, 2022

Lakukan Persiapan Ibadah Online, Pendeta dan Jamaatnya Terpapar Corona

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam kembali merilis tambahan pasie positif corona atau covid-19 terbaru di Batam, Jumat (29/5/2020) malam kemarin.

Menariknya kasus terbaru ini berjumlah 10 orang dan merupakan satu jamaat yang terpapar dari jemaat lainnya dan pendeta gereja itu sendiri.

Wali Kota Batam, HM Rudi melalui rilis yang diterima mengatakan ke-10 kasus terbaru ini terkonfirmasi dari kasus 049 Batam dan kasus 082 Batam, dimana kasus 049 Batam merupakan mahasiswa dan juga jemaat di gereja HOG yang berada dilingkung hunian Eden Park, sementara kasus 082 Batam merupakan pendeta di gereja tersebut.

“Jadi kasus terbaru ini, semuanya jamaat gereka tersebut,” kata Rudi.

Dari 10 kasus terbaru ini, terdiri dari lima pasien perepuan dan limanya lagi laki-laki. Pasien pertama yakni seorang laki-laki berinisial EW berusia 30 Tahun, Swasta, beralamat di kawasan perumahan Pulo Mas Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 111 Batam.

Kasus 112 seorang laki-laki berinisial DP berusia 37 Tahun, Swasta, beralamat di kawasan perumahan Citra Laguna Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Kasus 113 Batam seorang laki-laki berinisial ASM berusia 47 Tahun, Swasta, beralamat di kawasan perumahan Bunga Raya Batam Centre Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota Kota Batam.

Kemudian kasus 114 Batam seorang perempuan berinisial HH berusia 43 Tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT, beralamat di kawasan perumahan Bunga Raya Batam Centre Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota Kota Batam.

“Namun yang bersangkutan merupakan istri dari kasus 113 Batam dan diduga terkonfirmasi melalui suaminya,” jelas Rudi.

Selanjutnya kasus 115 Batam seorang perempuan berinisial YAR berusia 20 Tahun, Mahasiswa, beralamat di kawasan perumahan Bunga Raya Batam Centre Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan anak kandung dari pasangan kasus 113 Batam dan kasus 114 Batam yang juga merupakan jemaat digereja tersebut.

Kasus 116 Batam seorang laki-laki berinisial HWK berusia 57 Tahun, Swasta, beralamat di kawasan perumahan Cipta Villa Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan Sekupang Kota Batam.

Kemudian kasus 117 Batam seorang perempuan berinisial RG berusia 31 Tahun, Wiraswasta, beralamat di kawasan perumahan Eden Park  Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Kasus 118 Batam seorang Anak perempuan berinisial GRSG berusia 8 Tahun, Pelajar, beralamat di kawasan perumahan Eden Park  Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

“Yang bersangkutan merupakan anak kandung dari kasus 117 Batam,” terang Rudi.

Selanjutnya kasus 119 Batam seorang laki-laki  berinisial YAY berusia 34 Tahun, Staf Gereja, beralamat di kawasan perumahan Pulo Mas Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan staf atau karyawan dan jemaat di gereja HOG tersebut.

Dan terakhir kasus 120 Batam seorang perempuan berinisial LO berusia 31 Tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di kawasan perumahan Pulo Mas Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota Kota Batam.

“Yang bersangkutan merupakan istri dari kasus 119 Batam yang juga merupakan staf dan jemaat gereka tersebut,” ungkap Rudi.

Sejauh ini kondisi keseluruhnya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Dan saat ini  dalam persiapan proses perawatan isolasi atau karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

“Dapat kami sampaikan dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan hingga saat ini,  terhadap seluruh cluster Terkonfirmasi Positif Covid-19 diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19  yang berkaitan dengan berbagai cluster-cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi  baik dari transmisi lokal maupun import, hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19 ini,” jelas Rudi.

More articles

spot_img

News Update