Wednesday, August 10, 2022

Total Kematian Akibat Wabah Corona Di Dunia Tembus Lebih Dari 200.000 Orang

Must read

NEWYORK, NAGOYAnews.net – Jumlah kematian global terkait dengan wabah virus corona telah melewati 200.000 orang hingga hingga saat ini. Sementara kasus konfirmasi positif virus corona diperkirakan akan mencapai 3 juta kasus dalam beberapa hari mendatang.

Lebih dari kasus kematian global akibat virus corona telah dilaporkan oleh Amerika Serikat (AS), Spanyol dan Italia.

Kematian pertama terkait dengan penyakit ini dilaporkan pada 10 Januari 2020 di Wuhan, China. Butuh 91 hari untuk angka kematian melewati 100.000 dan 16 hari untuk mencapai 200.000 orang, menurut penghitungan Reuters.

Sebagai perbandingan, diperkirakan ada 400.000 kematian setiap tahun akibat malaria, salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia.

AS telah melaporkan lebih dari 52.400 kematian hingga Sabtu (25/4). Sementara Italia, Spanyol dan Prancis masing-masing melaporkan antara 22.000-26.000 kasus kematian.

Dari 20 negara teratas yang paling parah terkena dampaknya, Belgia telah melaporkan jumlah kematian tertinggi per kapita, yakni dengan 6 kematian per 10.000 orang, dibandingkan dengan 4,9 di Spanyol dan 1,6 di Amerika Serikat.

Sekitar 8 persen dari semua kasus yang dilaporkan di Amerika Serikat berakibat fatal. Sementara lebih dari 10% kasus yang dilaporkan di Spanyol dan Italia telah mengakibatkan kematian.

Namun angka itu akan jauh lebih rendah jika total infeksi termasuk banyak kasus penyakit yang tidak dilaporkan – karena tidak semua orang dengan gejala diuji.

Asia dan Amerika Latin masing-masing melaporkan lebih dari 7.000 kematian, sedangkan Timur Tengah melaporkan lebih dari 8.800 kasus kematian karena corona. Adapun jumlah korban tewas karena corona di Afrika adalah sekitar 1.350 orang.

Jumlah kematian global akibat corona terus tumbuh pada tingkat 3%-4% per hari selama 10 hari terakhir, meskipun angka itu telah melambat sejak awal bulan ini.

Jumlah sebenarnya angka kematian karena corona diperkirakan lebih tinggi karena banyak negara belum memasukkan kematian yang tercatat di panti jompo dan lokasi lain di luar rumah sakit. (cok)

More articles

spot_img

News Update