Wednesday, August 17, 2022

Diduga Jadi Ajang Kampanye, Foto Rudi Bertebaran di Bansos Corona

Must read

BATAM, NAGOYAnews.net – Belum lama ini, Kementerian Sosial (Kemensos) RI mendistribusikan bantuan langsung tunai Rp600 ribu per KK.

Di Kota Batam berdasarkan data, ada 24.245 KK penerima bantuan pusat. Dibagikan melalui melalui BNI 2.720 KK, BRI 2261 KK, dan PT Pos Indonesia 20 364 KK.

Hanya saja, dalam selebaran yang tersebar di dunia maya ada foto Wali Kota Batam HM Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad. Sejumlah pihak menuding HM Rudi-Amsakar menggunakan momen tersebut untuk kepentingan politik.

Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim mengatakan, mendorong Bawaslu segera memeriksa Rudi dan Amsakar. Sebab, ada dugaan memanfaatkan momen bansos ini ke ajang kampanye terselubung. Seakan-akan, bantuan pusat itu adalah produk daerah Kota Batam.

“Kan ini yang disoroti oleh Bawaslu Pusat, bahwa bantuan Covid-19 ini bisa dimanfaatkan oleh petahana untuk pencitraan,” kata Ruslan, Minggu (17/5/2020).

Ruslan menambahkan, ketika ini mencuat ke media meminta gantelman Rudi dan Amsakar meluruskan ke publik. Sehingga, tidak memantik gelombang terus menerus protes masyarakat.

Ia menilai, jika Rudi-Amsakar memilih diam maka dugaan semakin jelas. Untuk itu, ia minta Rudi-Amsakar untuk terbuka ke publik maksud dan tujuan fotonya dalam selebaran bantuan Kementerian Sosial RI.

“Yang pasti itu harus diluruskan,” tambahnya.

Anggota DPRD Kota Batam Tohap Erikson Pasaribu. Tohap mengatakan, melihat sedikit flayer atau selebaran yang masuk ke grup What’sApp atau medsos.

Bantuan dari pemerintah pusat, tapi foto Walikota dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad yang ada di dalam.

“Semestinya foto presiden donk atau kementerian yang ada. Kok foto walikota di dalam flayer? Kami minta kinerjawa Bawaslu Kota Batam untuk mendeteksi ini. Jangan sampai ini menjadi semi kampanye bagi petahana. Kami menduga ajang petahana,” ujar Tohap.

Selain itu, Tohap menilai dari data 24.245 KK penerima bantuan pusat masih dapat dijumpai masyarakat yang mampu. Artinya, tak layak menerima bantuan sosial tunai Rp600 ribu itu.

“Jangan sampai ini menjadi problem baru. Kami minta wali kota benar-benar memberikan data ke pusat sesuai dengan keadaan masyarakat. Dan juga penerima harus yang benar-benar terdampak Covid-19,” tambah Tohap.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam Nopialdi mengatakan, terkait foto Rudi dan Amsakar di flayer bantuan, akan dikaji. Apakah memenuhi unsur atau tidak.

“Masih kami lakukan kajian bang,” ujar Nopialdi.

Hingga berita ini dimuat, HM Rudi dan Amsakar belum berhasil dikonfirmasi.

Seperti diketahui, Wali Kota Batam petahana itu bakal maju kembali mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Batam.(bos)

More articles

spot_img

News Update