Golkar Peduli Bakal Lakukan Rapid Test Gratis Secara Massal

Must read

Nagoyanews.net, Batam  – Kegiatan sosial Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kepulauan Riau melalui Golkar Peduli semakin banyak digelar beberapa bulan terakhir. Golkar Peduli dalam rangka penanganan Covid-19 terus dilakukan secara masif.

Program Golkar Peduli terbaru, sedang menyiapkan program Rapid Test Gratis yang dilakukan secara massal di Batam.

Menurut Ketua DPD Golkar, Akhmad Ma’ruf Maulana, Rapid Test ini akan bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 di Batam. Golkar sudah membentuk tim terdiri dari pengurus Partai Golkar. “Tim sudah dibentuk, terdiri dari Ruslan Ali Wasyim, Ketua DPD Golkar Batam, Riski Faisal, Sekretaris DPD Golkar Kepri, Taba Iskandar dan Asmin Patros, masing-masing anggota DPRD Kepri dari Partai Golkar,” kata Ma’ruf.

Tujuan utama pelaksanaan rapid test untuk memudahkan pemerintah untuk mendapatkan data sehingga bisa melakukan penanganan Covid-19 yang lebih cepat.

Dari hasil rapid test, bisa mendapatkan sinyal-sinyal epidemiologi dan bisa tahu kondisi yang sebenarnya di masyarakat Batam. Lokasi dan zonasinya akan dipakai untuk mengambil langkah-langkah strategis penanganan penanganan termasuk mempersiapkan logistik baik medis maupun non-medis.

Program ini tidak dijalankan sendiri Partai Golkar, tetapi akan kerjasama dengan instansi terkait.

“Rapid test secara teknis akan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dengan mempedomani protocol penanganan virus corona,” jelas Ma’ruf.

Teknis pelaksanaan menurut Ketua DPD Golkar yang juga Ketua Umum Kadin Kepri itu, bisa misalnya dengan drive thru. “Rapid Test bisa dengan drive thru untuk meminimalkan kontak fisik dengan petugas dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini sesuai dengan prinsip physical distancing,” jelasnya.

Dari hasil rapid test yang reaktif antibodinya, akan di-follow up oleh dinas kesehatan dan instansi terkait.

Golkar menggagas tes massal gratis ini karena semakin banyak orang yang menjalani tes dan terkonfirmasi positif, otomatis akan ada tindakan medis yang diberikan. Mereka akan menjalani protokol yang telah ditetapkan, baik dirujuk di rumah sakit maupun menjalani karantina mandiri secara ketat di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Selain itu, lingkungan sekitar juga akan menyesuaikan dengan lebih memperketat physical distancing antarwarga. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai penularan menjadi lebih efektif.

More articles

spot_img

News Update