Menteri Keuangan: Kartu Prakerja Semi Bansos 

Must read

Nagoyanews.net – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Pelaksanaan Program Kartu Prakerja tetap berbentuk pelatihan, meskipun kondisi pandemi sekarang lebih banyak masyarakat membutuhkan bantuan langsung tunai (BLT), maka kemudian diputuskan menjadi Semi Bansos, Pelatihan sementara secara online ini sebagai upaya pemerintah tidak menghilangkan desain awal program ini.

Program Kartu Pra Kerja untuk membantu masyarakat meningkatkan kompetensi khususnya bagi yang terdampak pandemi COVID-19. Karena banyak yang terdampak, maka pemerintah meningkatkan anggaran kartu Pra Kerja hingga Rp 20 triliun dengan target menjadi 5,6 juta orang dari yang sebelumnya hanya 2 juta orang.

“Dengan seiring naiknya PHK akibat COVID dan pekerja yang dirumahkan, dan penurunan pendapatan, maka untuk Kartu Pra Kerja untuk semi bansos anggarannya dinaikkan menjadi Rp 20 triliun. coverage dari 2 juta pekerja menjadi 5,6 juta pekerja,” kata Sri Mulyani saat raker dengan Komisi XI DPR via virtual, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pelaksanaan program Kartu Pra Kerja tetap memberikan pelatihan meskipun kondisi pandemi seperti sekarang banyak masyarakat membutuhkan bantuan langsung tunai (BLT). Pelatihan yang dilakukan secara online ini sebagai upaya pemerintah tidak menghilangkan awal mula desain program ini.

“Kemudian sesudah COVID diputuskan menjadi semi bansos, desainnya berubah tapi tetap dipertahankan semangat awal memberikan kesempatan untuk dapat tambahan skill dari online maupun offline,” jelasnya.

Selain itu, Mantan Ketua LPPM UI itu menjelaskan mengenai polemik delapan mitra Kartu Prakerja yang ramai dibahas oleh khalayak tanpa melewati proses tender. Mitra-mitra tersebut ialah Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.

More articles

spot_img

News Update